Melalui Pojok Antropologi, Mahasiswa KKN-R UNDIP Kenalkan Sejarah dan Tradisi Paseban Kemangi kepada Siswa SDN 1 Jungsemi
Pojok Antropologi: Mengenal Desa Jungsemi merupakan program edukasi yang mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada siswa SDN 1 Jungsemi melalui poster informatif tentang Paseban Kemangi. Poster memuat sejarah, sosok Mbah Kemangi, serta tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat Jungsemi. Program ini menjadi bagian dari pengembangan pojok baca bersama Pojok Baca Bilingual dan Pojok Numerasi, dengan harapan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap budaya lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian tradisi Desa Jungsemi.

Desain pojok baca antropologi desa yang telah dibuat mahasiswa KKN-R Undip sebagai upaya menjaga warisan budaya Desa Jungsemi
Bestarinesia.id, Kendal — Upaya mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda dilakukan oleh mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro Desa Jungsemi melalui program kerja Pojok Antropologi: Mengenal Desa Jungsemi. Program ini diwujudkan melalui penempelan poster edukatif mengenai Paseban Kemangi di SDN 1 Jungsemi pada Sabtu (8/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembuatan pojok baca yang turut diisi dengan Pojok Baca Bilingual dan Pojok Numerasi. Pojok Antropologi ditempatkan di ruang kelas 4 dan 5 SDN 1 Jungsemi dengan tujuan memperkenalkan pengetahuan mengenai sejarah serta kebudayaan lokal kepada siswa melalui media visual yang mudah dipahami.
Sebelum menulis muatan yang ada pada poster, mahasiswa melakukan wawancara kepada salah satu tokoh masyarakat, yaitu Kyai Kasturi. Poster yang ditulis secara mandiri oleh mahasiswa berisi informasi yang disajikan mencakup sejarah Paseban Kemangi, pengenalan sosok Mbah Kemangi, serta berbagai tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat Jungsemi setiap tahunnya.
Budaya lokal dipilih sebagai topik dalam pojok antropologi karena untuk mengenalkan kepada siswa sejak dini dan menjaga warisan budaya sehingga tidak luntur tergerus zaman. Ia menegaskan Pemilihan Paseban Kemangi sebagai materi Pojok Antropologi didasarkan pada pentingnya mengenalkan warisan budaya yang berada di lingkungan sekitar siswa.
Melalui informasi yang disajikan dalam poster, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan situs dan tradisi lokal, tetapi juga memahami bahwa kebudayaan yang ada di desa merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Kegiatan penempelan poster dilakukan secara bersama-sama dengan mahasiswa KKN lainnya yang terlibat dalam pembuatan pojok baca. Kehadiran Pojok Antropologi diharapkan dapat menjadi sarana belajar alternatif bagi siswa sekaligus melengkapi fungsi pojok baca sebagai ruang untuk memperoleh pengetahuan di luar pembelajaran di kelas.
Respons positif juga ditunjukkan oleh siswa dan pihak sekolah. Guru SDN 1 Jungsemi menyampaikan apresiasi melalui video ucapan terima kasih atas adanya fasilitas dan informasi yang diberikan. Antusiasme tersebut menjadi salah satu bentuk penerimaan terhadap upaya mengenalkan budaya lokal melalui lingkungan pendidikan.
Melalui Pojok Antropologi, mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro berupaya mendekatkan pengetahuan antropologi dengan kehidupan sehari-hari siswa sekaligus menanamkan kesadaran bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari mengenal sejarah dan tradisi yang tumbuh di lingkungan sendiri.
Penulis: Mahasiswa KKN-R Undip
Editor: Azis
