Mahasiswa KKNT-79 Dampingi Pengelolaan Persediaan Pada UMKM RN Lele Marinasi dan Jamur Tiram Pak Wanto

Mahasiswa ajak pelaku UMKM menerapkan penggunaan kartu stok sebagai alat bantu pencatatan persediaan
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro Tim 79 melaksanakan program pengelolaan persediaan melalui stock opname pada UMKM Lele Marinasi dan Jamur Tiram di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan persediaan secara lebih teratur, mulai dari stok awal, hasil produksi atau panen, barang keluar, hingga stok akhir.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan UMKM untuk memiliki pencatatan persediaan yang lebih terstruktur. Pada usaha jamur tiram, persediaan memiliki karakteristik yang berbeda karena proses panen dilakukan setiap hari.
Sementara itu, pada lele marinasi, perubahan stok berkaitan dengan kegiatan produksi dan penjualan. Kondisi tersebut membutuhkan pencatatan yang dapat membantu pelaku UMKM mengetahui jumlah persediaan secara aktual.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survey dan observasi pada (20/7) untuk mengetahui kondisi persediaan dan alur keluar-masuk produk. Hasil observasi kemudian menjadi dasar dalam fiksasi program pada (23/7), dengan fokus pada penerapan kartu stok sebagai alat bantu pencatatan persediaan.
Praktik stock opname dilaksanakan pada (27/7) bersama pelaku UMKM. Pencatatan dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik masing-masing produk. Pada jamur tiram, hasil panen harian dapat dicatat sebagai persediaan masuk, sedangkan produk yang terjual atau digunakan dicatat sebagai persediaan keluar.
Pada lele marinasi, pencatatan dilakukan berdasarkan hasil produksi dan jumlah produk yang keluar karena penjualan.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diperkenalkan pada konsep batas minimum stok (safety stock) sebagai salah satu dasar pengendalian persediaan. Batas tersebut dapat menjadi acuan bagi pelaku UMKM untuk mengetahui kapan perlu melakukan produksi atau panen kembali sehingga ketersediaan produk tetap terjaga dan dapat mendukung kebutuhan distribusi.
Program stock opname juga diharapkan dapat membantu UMKM dalam memperoleh informasi persediaan yang lebih jelas.
Dengan pencatatan yang dilakukan secara rutin, data stok dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan produksi atau panen berikutnya, menghindari kekurangan persediaan, serta membantu menentukan produk yang siap didistribusikan ke toko atau outlet. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKNT-79 Universitas Diponegoro di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Penulis/Reporter: Tika Oktaviani
Fotografer: Hafidz Afif, Saskia Kamila Maharani
Kontak Media/Humas: tikaoktaviani005@gmail.com
Editor: Azis
