Mahasiswa KKN Undip Pasang Irigasi Otomatis dan Bangun Kandang Ayam untuk KDD Purwosuman

Mahasiswa berada di Green House Kelompok Disabilitas Desa Purwosuman, lakukan pemasangan sistem irigasi tetes otomatis
Bestarinesia.id, Sragen — Greenhouse milik Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, kini dilengkapi sistem irigasi tetes otomatis dan kandang ayam petelur. Fasilitas tersebut dikembangkan mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro untuk mendukung kegiatan Sekolah Lapang Ketahanan Pangan yang telah berjalan selama enam bulan.
Program yang dilaksanakan pada 21–31 Juli 2026 itu berangkat dari kendala penyiraman tanaman yang selama ini dilakukan secara manual. Bagi anggota KDD dengan keterbatasan mobilitas, kegiatan tersebut tidak selalu mudah dilakukan setiap hari.
Mahasiswa kemudian memasang sistem irigasi tetes otomatis yang dapat menyala dan mati sesuai jadwal. Sistem tersebut mengalirkan air sekitar dua liter per jam langsung ke tanaman, sehingga proses penyiraman tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga fisik anggota kelompok.
“Dengan sistem ini, penyiraman cukup diatur sesuai jadwal. Setelah itu, sistem dapat bekerja secara otomatis sehingga anggota KDD tidak harus melakukan penyiraman secara manual setiap hari,” ujar tim mahasiswa KKN.
Selain memperbaiki sistem pengairan, mahasiswa juga menambah fasilitas peternakan berupa kandang ayam petelur di area greenhouse. Kandang dibangun secara gotong royong menggunakan bambu dan bilah kayu yang disesuaikan dengan kondisi lokasi.
Pembangunan kandang dipimpin Sabila Alifia dari Program Studi Peternakan. Sementara itu, pemasangan sistem irigasi dipandu Algio Munanda dari Rekayasa Perancangan Mekanik. Marina Alawiyah dari Kesehatan Masyarakat turut terlibat dalam kedua kegiatan tersebut.
Ketua KDD Purwosuman, Agung Nur Wibowo, turut mendampingi proses pembangunan sebagai mentor lapangan. Pendampingan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anggota KDD.
Sebagai penanda selesainya rangkaian kegiatan, mahasiswa menyerahkan enam ekor ayam petelur untuk ditempatkan di kandang yang telah dibangun. Ayam tersebut menjadi modal awal bagi KDD Purwosuman untuk mulai memproduksi telur sekaligus menambah materi pembelajaran dalam Sekolah Lapang Ketahanan Pangan.
Kehadiran sistem irigasi otomatis dan kandang ayam petelur diharapkan tidak berhenti sebagai pembangunan fasilitas. Kedua sarana tersebut diharapkan terus dimanfaatkan KDD Purwosuman sebagai ruang belajar, produksi pangan, serta bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Undip berupaya menghadirkan teknologi sederhana yang dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Bagi KDD Purwosuman, fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan ketahanan pangan lebih mudah diakses dan berkelanjutan bagi seluruh anggota, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Penulis: Marina Alawiyah
Editor: Azis
