Perkuat Pengendalian Hama Ramah Lingkungan, Mahasiswa KKN Undip Susun SOP di Desa Turus

0

Pengendalian hama tak hanya soal membasmi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Mahasiswa KKN Undip menyusun SOP light trap dan refugia untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Turus.

Grey-Black-Simple-Fashion-Instagram-Post-1080-x-1350-px-2.jpg-3

 

Pengendalian hama menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Pengendalian hama tidak hanya tentang bagaimana menekan populasi hama, tetapi juga bagaimana pengendalian dilakukan secara tepat dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. Penggunaan metode yang lebih ramah lingkungan menjadi salah satu upaya yang perlu ditekankan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro di Desa Turus, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, melaksanakan program penguatan tata kelola pengendalian hama melalui penerapan light trap dan tanaman refugia serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Program ini merupakan kegiatan multidisiplin yang melibatkan 10 mahasiswa dengan pembagian peran sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Tanaman refugia dan light trap menjadi dua pendekatan utama yang digunakan dalam program tersebut. Tanaman refugia dimanfaatkan untuk menyediakan habitat sekaligus tempat berlindung bagi musuh alami hama. Sementara itu, light trap digunakan untuk menarik, memerangkap, dan memantau hama yang aktif pada malam hari. Penerapan kedua metode tersebut diharapkan dapat menjadi metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Namun, penerapan metode pengendalian hama tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana atau bahan. Diperlukan pedoman yang dapat membantu memastikan setiap tahapan dilakukan secara terarah dan konsisten. Oleh karena itu, program ini juga dilengkapi dengan penyusunan SOP Pengendalian Hama Terpadu melalui tanaman refugia dan light trap.

SOP tersebut memuat rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan dan pemilihan jenis tanaman refugia, teknik penanaman dan pemeliharaan, hingga pemilihan lokasi, pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan light trap. Selain itu, SOP  tersebut juga memberikan landasan bagaimana cara memonitoring, mencatatan, mendokumentasikan, mengevaluasi, serta penerapan keselamatan kerja dalam penggunaan light trap.

Penyusunan SOP menjadi salah satu bagian dalam penguatan tata kelola program agar penerapan metode pengendalian hama tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan di satu waktu. Dengan adanya pedoman yang terdokumentasi, proses penerapan, pemeliharaan, serta monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN turut mendorong penguatan pengendalian hama di Desa Turus tidak hanya dari sisi penerapan metode, tetapi juga dari aspek tata kelola. Pedoman yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam melanjutkan penerapan tanaman refugia dan light trap setelah program KKN selesai, sekaligus mendukung pengendalian hama yang lebih aman, terarah, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Dwi Rahayu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *