Mahasiswa KKNT-79 Undip Edukasi Pengelolaan Anggaran MPASI Pangan Lokal di Kelurahan Wujil

KABUPATEN SEMARANG, 2 Agustus 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 79 Universitas Diponegoro memberikan edukasi kepada 30 ibu balita mengenai pengelolaan anggaran rumah tangga dan optimalisasi gizi Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis pangan lokal. Kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan anggaran gizi keluarga ini dilaksanakan di Posyandu RW 11 dan 12, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, pada Minggu (2/8) mulai pukul 08.00 WIB melalui serangkaian penyuluhan dan pelatihan praktis.
Program ini dilatar belakangi oleh permasalahan keterbatasan anggaran yang kerap dialami masyarakat, di mana diperlukan strategi khusus agar pemenuhan gizi anak tidak mengganggu alokasi kebutuhan pokok lainnya. Di sisi lain, Kelurahan Wujil memiliki potensi ketersediaan pangan lokal yang melimpah dan terjangkau, seperti telur, ikan lele, tempe, tahu, daun kelor, dan bayam. Selain itu, terdapat potensi pekarangan rumah warga yang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai lahan budidaya sayuran mandiri.
Menyadari besarnya potensi tersebut, mahasiswa merancang program ini untuk membekali para ibu balita di RW 11 dan 12 dengan pengetahuan mengenai pemenuhan gizi seimbang sekaligus keterampilan praktis dalam merencanakan keuangan. Melalui serangkaian edukasi ini, masyarakat menjadi sasaran utama agar kelak mampu menyusun dan mengelola sendiri anggaran gizi keluarga mereka secara mandiri, terarah, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi penyuluhan terkait pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Tahap selanjutnya adalah sesi simulasi pengelolaan anggaran MPASI menggunakan ragam bahan pangan lokal yang ramah di kantong. Sebagai puncak acara, mahasiswa memberikan stimulus berupa pelatihan metode “Kantong Kemandirian”, yakni praktik perencanaan keuangan rumah tangga dengan memisahkan pos-pos pengeluaran agar alokasi budget gizi keluarga menjadi lebih tertata.
Sepanjang acara berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan respons yang sangat positif. Sebanyak 30 ibu yang hadir tepat waktu menyimak seluruh rangkaian materi dengan saksama. Suasana interaktif terbangun pada saat sesi simulasi pengelolaan anggaran MPASI, di mana para ibu aktif berdiskusi dan berkonsultasi mengenai variasi bahan pangan murah bergizi. Semangat peserta semakin terlihat saat mereka mempraktikkan langsung metode “Kantong Kemandirian” untuk diterapkan di rumah tangga masing-masing.
Secara langsung, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan keterampilan ibu-ibu balita dalam mengalokasikan anggaran MPASI secara tepat guna. Manfaat yang dirasakan mencakup penguatan ekonomi rumah tangga serta tumbuhnya kesadaran kolektif warga akan pentingnya ketahanan pangan berbasis potensi desa. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang disiplin, sehingga pemenuhan gizi balita selalu menjadi prioritas demi mencegah risiko stunting dan mewujudkan kemandirian pangan tingkat rumah tangga.
Seluruh rangkaian program sosialisasi dan edukasi di Posyandu telah diselesaikan secara tuntas oleh tim KKNT-79 Undip. Meski tidak terdapat kegiatan lanjutan, sinergi antar-disiplin ilmu mahasiswa dalam program ini diharapkan mampu memberikan dampak perubahan perilaku yang nyata di masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan masalah pemenuhan gizi dan tata kelola ekonomi keluarga secara komprehensif.
Penulis/Reporter: Dwi Nugraeni
Fotografer: Hafidz Afif, Erick Benediktus
Kontak Media/Humas: 0882007301818
