Mahasiswa KKNT 79 Undip Latih Remaja Wujil Olah Limbah Jadi Gantungan Kunci

Mahasiswa gelar program sosialisasi dan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari limbah sampah plastik rumah tangga kepada kelompok remaja RW 9 hingga 12
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II (KKNT-79) dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program sosialisasi dan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari limbah sampah plastik rumah tangga. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/8) dan Minggu, (8/8) ini menyasar kelompok remaja di RW 9 hingga RW 12 Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas.
Mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan limbah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di kawasan RW 9-12 Kelurahan Wujil.
Sebagian besar sampah rumah tangga masih dibuang secara langsung tanpa adanya proses pengolahan lanjutan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membuang peluang ekonomi yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Padahal, limbah tersebut sejatinya memiliki nilai ekonomis jika dikelola melalui pendekatan ekonomi kreatif.
Kelompok KKN melihat adanya dua potensi besar yang dapat diberdayakan. Pertama, ketersediaan limbah rumah tangga yang melimpah dan tidak berbiaya (zero-cost material) dapat menjadi bahan baku produk kreatif.
Kedua, kelompok remaja RW 9-12 yang masuk dalam usia produktif memiliki tingkat kreativitas dan semangat inovasi tinggi, sehingga sangat potensial menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.
Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam empat tahapan. Pada tahap persiapan, mahasiswa mengumpulkan limbah sampah rumah tangga seperti tutup botol plastik dan bungkus plastik bekas, serta menyiapkan alat dan bahan pendukung seperti gunting, resin, gantungan kunci, dan cetakan.
Selanjutnya, pada tahap sosialisasi, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengelolaan sampah, pentingnya daur ulang, dan dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh remaja.
Mahasiswa melanjutkan dengan tahap praktik atau demonstrasi, di mana mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan gantungan kunci mulai dari pembersihan limbah, pembentukan, hingga finishing.
Pada tahap akhir, remaja RW 9-12 mempraktikkan secara mandiri dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN.

Pelaksanaan program di empat lokasi berbeda berjalan tertib dan penuh antusiasme.
Pada Minggu pertama (2 Agustus 2026), kegiatan dilaksanakan di RW 9 tepatnya di Masjid Wahyu Al-Ikhlas pada pukul 19.30 dan di RW 10 di Mushola Al-Hikmah pada pukul 19.30.
Sementara pada Minggu kedua (9 Agustus 2026), pelatihan berlangsung di RW 11 di Masjid Wahyu Kalibelang pada pukul 12.00 dan di RW 12 di Balai RW 12 pada pukul 16.00.
Program ini mendapat respons yang sangat positif dan antusiasme tinggi dari kelompok remaja RW 9-12.
Para peserta menunjukkan keterlibatan aktif sepanjang sesi, mulai dari menyimak pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan gantungan kunci dari limbah rumah tangga.
Rasa ingin tahu peserta terlihat dari tingginya interaksi saat sesi diskusi, khususnya mengenai teknik pengolahan bahan daur ulang dan potensi pemasarannya.
Ketua Gemilang RW 11, Kak Cahya, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan yang dilakukan cukup bermanfaat dan seru dan materinya cocok untuk diberikan ke remaja,” ujarnya.
Para peserta juga menyampaikan kesan positif atas gagasan mengubah limbah menjadi barang bernilai jual.
Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengolah limbah rumah tangga, mengurangi sampah yang terbuang, serta menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Dalam jangka pendek, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan keterampilan teknis bagi kelompok remaja RW 9-12 dalam memilah dan mentransformasi limbah rumah tangga menjadi produk kriya gantungan kunci yang siap dipasarkan.
Sementara itu, dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kelompok wirausaha muda kreatif di Kelurahan Wujil yang mampu memproduksi dan memasarkan produk daur ulang secara mandiri dan berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Wujil tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga tercipta sumber pendapatan alternatif yang dapat berkontribusi terhadap pengurangan volume limbah dan upaya peningkatan kesejahteraan warga.
Penulis/Reporter: Dwi Nugraeni
Fotografer: Rifky Singgih Pahlawan, Anggita Arfinda Pramadhani, Kaila Adnani
Kontak Media/Humas: 0882007301818
Editor: Azis
