Edukasi Pengolahan Ecoenzym dan Kalkulator Digital Bantu Warga Wujil Hemat Biaya Rumah Tangga

0
unnamed-2

KABUPATEN SEMARANG, 19 Juli 2026 – Tim KKN Tematik 79 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi dan praktik langsung pengolahan limbah organik berbasis web di Wilayah RW 11, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Sabtu–Minggu (18–19/7/2026). Kegiatan ini menyasar 25 orang warga dan ibu-ibu PKK dengan menghadirkan inovasi kalkulator digital berbasis web untuk menghitung biaya pembuatan ecoenzym, potensi penjualan, serta penghematan pengeluaran belanja rumah tangga dari pengolahan sampah dapur.

Program ini dilatarbelakangi oleh besarnya volume limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sampah dapur di RW 9–12 Kelurahan Wujil yang selama ini langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tanpa pengolahan lanjutan. Di sisi lain, para petani setempat masih mengandalkan pupuk kimia yang mahal, sementara ibu-ibu PKK rutin mengeluarkan biaya untuk produk kebersihan rumah tangga yang sebenarnya dapat digantikan oleh hasil olahan limbah organik.

Kegiatan diawali dengan sesi pencerdasan kepada warga mengenai perhitungan biaya pembuatan ecoenzym dan potensi penghematan dari pengolahan limbah. Setelah pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan secara langsung penggunaan website kalkulator digital untuk menguji kelayakan ekonomi mandiri, baik dalam memperhitungkan biaya produksi, potensi pendapatan dari penjualan ecoenzym, maupun efisiensi biaya limbah rumah tangga. Pelaksanaan program ini berlangsung di Masjid Wahyu RW 11 dan Mushola Al-Hikmah RW 10 pada Sabtu pukul 16:00–16:45 WIB serta Minggu pukul 09:00–09:30 WIB dan 16:00–16:45 WIB.

Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa mendapati hambatan berupa sebagian besar warga RW 11 yang tidak memiliki lahan pertanian atau perkebunan, sehingga perhatian awal terhadap fungsi ecoenzym sebagai pupuk organik alternatif sempat kurang optimal. Meski demikian, antusiasme peserta kembali terangkat saat berfokus pada manfaat efisiensi anggaran belanja dapur dan kemudahan penggunaan aplikasi digital.

Melalui program ini, tersusun luaran berupa materi edukasi serta Website Kalkulator Digital Perhitungan Biaya Ecoenzym dan Penghematan Biaya Pengolahan Limbah Rumah Tangga. Secara ekonomis, pengolahan limbah ini berpotensi menekan pengeluaran rutin produk kebersihan harian sebesar Rp 85.000 hingga Rp 150.000 per bulan atau setara Rp 1.000.000 hingga Rp 1.800.000 per tahun untuk setiap keluarga. Selain membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan memanfaatkan sampah dapur tanpa modal khusus, kegiatan ini turut mendorong keaktifan kembali kelompok PKK yang sempat vakum serta mengubah persepsi warga dalam menilai limbah rumah tangga.

Dukungan terhadap langkah ini disampaikan oleh perangkat kelurahan setempat. Pak Adi selaku Lurah Wujil menilai edukasi ini krusial bagi warganya. “Bagus karena warga kita masih belum terlalu paham tentang limbah rumah tangga dan manfaatnya secara ekonomi itu bagaimana,” ujarnya.

Respons positif juga diutarakan oleh salah satu peserta sosialisasi, Ibu Sumiyati, yang merasa terbantu dengan keberadaan inovasi berbasis web tersebut. “Makasih banyak mas, kita ibu-ibu bisa tau dan dimudahkan kalau mau ngitung penghematan biaya limbah rumah tangga,” tuturnya.

Dalam jangka pendek, program ini diharapkan dapat mendorong 30–50% warga peserta di RW 9–12 untuk mulai memisahkan sampah organik secara konsisten, mengoptimalkan pemanfaatan kalkulator digital via pemindaian QR code, serta mengaktifkan kembali agenda rutin kelompok PKK seperti Pawon S09 RW 9. Pihak penyelenggara mengonfirmasi tidak terdapat agenda kegiatan lanjutan setelah rangkaian edukasi dan praktik ini selesai dilaksanakan.

Penulis/Reporter: Erick Benediktus Sinulingga

Fotografer: Gisya Shaqila Rashica dan Hafidz Afif

Kontak Media/Humas: WhatsApp +62 812-6712-5375

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *