KKNT-79 Undip Hadirkan Kalkulator Digital untuk Efisiensi Stok UMKM Wujil

0
mister-m2

Mahasiswa dampingi pak Wanto dalam tata kelola logistik berbasis teknologi melalui pengembangan kalkulator persediaan digital bagi pelaku UMKM di Kelurahan Wujil.

Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Tim 79 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi tata kelola logistik berbasis teknologi melalui pengembangan kalkulator persediaan digital bagi pelaku UMKM di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Program yang berlangsung sepanjang 20 hingga 30 Juli 2026 ini menyasar UMKM RN Lele milik Pak Wanto dan UMKM Sego Jagung milik Bu Pur guna mendorong efisiensi rantai pasok dan digitalisasi usaha mikro.

Inisiatif ini lahir dari temuan lapangan mengenai lemahnya sistem pengelolaan bahan baku pada kedua UMKM tersebut. Selama ini, proses pengadaan bahan baku masih mengandalkan perkiraan tanpa perhitungan kuantitatif yang terukur.

Bahkan pelaku UMKM minim melakukan pencatatan transaksi harian, kedua pelaku usaha kerap menghadapi risiko penumpukan bahan baku yang memicu pembengkakan biaya simpan, atau sebaliknya, kekurangan stok saat permintaan meningkat.

Merespons persoalan tersebut, mahasiswa merancang platform kalkulator digital berbasis website yang mengintegrasikan metode Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat menghitung volume pembelian bahan baku yang paling ekonomis, menentukan batas aman stok cadangan, serta mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan pemesanan ulang.

Rangkaian kegiatan diawali pada (20/7) melalui observasi lapangan dan pemetaan arus stok bahan baku. Mahasiswa kemudian mengembangkan antarmuka sistem yang praktis dan mudah diakses melalui ponsel pintar pada 27 Juli. Tahapan pendampingan dilanjutkan pada (28 dan 30/7) melalui pelatihan teknis dan simulasi perhitungan menggunakan data riil transaksi kedua mitra, sekaligus penyerahan modul panduan dan hak akses sistem.

Pak Wanto dan Bu Pur menyambut positif digitalisasi ini. Bu pur menyampaikan simulasi langsung membantu mitra memahami formula persediaan tanpa harus terbebani kerumitan hitungan manual. Dengan sistem ini, pengeluaran modal untuk bahan baku menjadi lebih terencana dan terkendali.

Melalui integrasi teknologi persediaan ini, Tim KKNT-79 Undip berharap kedua UMKM di Kelurahan Wujil mampu membangun ketahanan operasional secara mandiri, menekan pemborosan biaya penyimpanan, serta meningkatkan literasi digital dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.

 

 

Penulis/Reporter: Muhamad Raihan Gibayus

Fotografer: Hafidz Afif dan Erick Benediktus Sinulingga

Kontak Media/Humas: Instagram @kknt79.wujil

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *