BAHTERA LITERASI HIDUPKAN KEMBALI RUANG BACA DI SITUS PERAHU KUNO PUNJULHARJO

0
Screenshot_20261007_102059_Gallery

Tim pelaksana Program Desa Binaan (PDB) Tahun ke-3 Universitas Diponegoro dan Universitas Ivet menghidupkan kembali pojok baca di kawasan wisata Situs Perahu Kuno Punjulharjo melalui program “Bahtera Literasi”. Program ini diwujudkan melalui penataan ruang, penambahan koleksi bacaan, serta penyediaan media informasi edukatif untuk menjadikan pojok baca sebagai ruang literasi yang nyaman sekaligus mendukung pengalaman wisata pengunjung.

Bestarinesia.id, Rembang – Ruang baca yang sempat kurang dimanfaatkan kini kembali dihidupkan di kawasan wisata Situs Perahu Kuno Punjulharjo. Melalui program “Bahtera Literasi: Revitalisasi Pojok Baca di Situs Perahu Kuno Punjulharjo”, Tim Pelaksana Program Desa Binaan (PDB) Tahun ke-3 Universitas Diponegoro dan Universitas Ivet menata kembali ruang baca agar menjadi tempat yang lebih nyaman, menarik, dan edukatif bagi pengunjung, khususnya anak-anak dan keluarga.

Upaya menghidupkan kembali budaya membaca tidak selalu harus dilakukan melalui fasilitas yang besar. Ruang baca yang sederhana, mudah dijangkau, dan berada di lingkungan yang dekat dengan aktivitas masyarakat dapat menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan anak-anak dengan buku.

Pojok baca juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar nonformal yang memungkinkan anak memperoleh pengetahuan pada waktu luang.

Agar dapat berfungsi secara optimal, keberadaan pojok baca perlu didukung dengan koleksi yang sesuai, penataan yang baik, serta pengelolaan yang berkelanjutan (Retnoningsih et al., 2023).

Berangkat dari kondisi tersebut, program Bahtera Literasi hadir untuk mengoptimalkan kembali fasilitas pojok baca yang telah tersedia di kawasan Situs Perahu Kuno Punjulharjo.

Revitalisasi dilakukan dengan menata ulang ruang baca, membersihkan dan memperbaiki tampilan area, mengorganisasi koleksi buku, serta menambahkan bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik pengunjung. Penataan tersebut dilakukan agar buku lebih mudah ditemukan dan ruang baca dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pengunjung.

Pemilihan Situs Perahu Kuno sebagai lokasi program memiliki keterkaitan dengan karakter kawasan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Keberadaan pojok baca di kawasan tersebut diharapkan dapat memperluas fungsi situs sebagai ruang pembelajaran.

Pengunjung, terutama anak-anak dan keluarga, tidak hanya dapat menikmati dan mengenal peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki alternatif kegiatan edukatif melalui aktivitas membaca.

Kondisi sebelum dan sesudah revitalisasi pojok baca

Tim PDB dalam pelaksanaannya mengidentifikasi terlebih dahulu kondisi awal pojok baca, meliputi kondisi ruang, tata letak, susunan koleksi, dan kelayakan bahan bacaan. Buku-buku yang masih layak digunakan kemudian ditata kembali berdasarkan jenis dan sasaran pembaca.

Penambahan koleksi juga dilakukan untuk memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam, mulai dari cerita anak, pengetahuan umum, hingga bacaan yang berkaitan dengan sejarah, budaya, lingkungan, dan bidang lainnya.

Revitalisasi tidak hanya berfokus pada perubahan tampilan fisik, tetapi juga diarahkan untuk membangun suasana ruang baca yang lebih ramah bagi anak (Jayanti et al., 2024). Tata letak buku dan area baca disusun agar pengunjung dapat melihat, memilih, dan membaca buku dengan lebih mudah.

Dengan demikian, pojok baca diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi benar-benar dapat digunakan sebagai ruang literasi yang aktif.

Selain koleksi bacaan, Bahtera Literasi turut dilengkapi dengan media informasi yang memperkenalkan Situs Perahu Kuno Punjulharjo dan sejarah maritim yang berkaitan dengan kawasan tersebut.

Kehadiran media informasi ini memberikan pengalaman literasi yang lebih kontekstual karena pengunjung dapat menghubungkan kegiatan membaca dengan lingkungan sejarah yang mereka kunjungi. Program Bahtera Literasi juga memperlihatkan bahwa pengembangan wisata tidak selalu harus dilakukan dengan membangun fasilitas baru.

Pemanfaatan dan revitalisasi fasilitas yang telah tersedia dapat menjadi alternatif yang lebih sederhana dengan tetap memberikan nilai tambah bagi kawasan wisata.

Pojok baca dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan aktivitas edukatif selama berada di kawasan situs.

Kegiatan literasi bersama siswa kelas IV SD di pojok baca di Situs Perahu Kuno, 16 Agustus 2026.

Bagi masyarakat Desa Punjulharjo, keberadaan ruang baca ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat di luar kegiatan wisata. Anak-anak dan remaja dapat memanfaatkan pojok baca sebagai ruang belajar nonformal untuk membaca, mencari informasi, dan menambah wawasan.

Sementara bagi pengelola wisata, fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan Situs Perahu Kuno sebagai kawasan yang tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tetapi juga pengalaman edukasi.

Melalui Program Desa Binaan (PDB) Tahun ke-3 Universitas Diponegoro dan Universitas Ivet, Bahtera Literasi diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat serta pengelola Situs Perahu Kuno Punjulharjo.

Keberlanjutan pengelolaan koleksi dan ruang baca menjadi bagian penting agar revitalisasi yang dilakukan tidak berhenti pada perubahan fisik, tetapi mampu menghadirkan manfaat literasi dalam jangka panjang (Novanda et al., 2024).

Dengan hadirnya kembali ruang baca yang lebih tertata dan nyaman, Bahtera Literasi menjadi langkah kecil untuk mendekatkan buku kepada masyarakat sekaligus memperkuat Situs Perahu Kuno Punjulharjo sebagai ruang wisata, belajar, dan pengenalan sejarah serta budaya lokal.

 

Penulis: Elfia Usfatun Khasanah, Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, anggota tim pelaksana Program Desa Binaan Desa Punjulharjo Tahun 2026.

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Fuad Muhammad, SSi, MSi (Universitas Diponegoro).

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *