LP Ma’arif NU Jateng dan BDK Semarang Latih 200 Kepala Madrasah, Tekankan Kepemimpinan Melayani

0
WhatsApp Image 2026-10-12 at 16.02.03

Beberapa Peserta Diklat Kepala Madrasah dalam penyematan tanda Pesera

Semarang, Bestarinesia.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang menggelar Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah pada 12–16 Oktober 2026. Kegiatan yang dibuka di Auditorium BDK Semarang, Senin (12/10/2026), itu diikuti 200 peserta, mayoritas kepala madrasah dari lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah.

Pelatihan tersebut juga diikuti lima peserta dari luar Jawa Tengah, yakni dari Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan dan pengelolaan madrasah agar lebih profesional, adaptif, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars Ma’arif, dilanjutkan pembacaan doa serta tahlil yang dipimpin KH Ghufron Hamzah. Sejumlah pimpinan lembaga dan pejabat turut hadir, di antaranya Kepala BDK Semarang Suyatno, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad, serta perwakilan Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah.

Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, berharap pelatihan tersebut menghasilkan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pengelolaan madrasah. Menurut dia, penguatan kompetensi kepala madrasah menjadi bagian penting dalam mendorong lembaga pendidikan yang unggul sekaligus berpegang pada nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025–2026, LP Ma’arif NU Jawa Tengah telah memfasilitasi 680 kepala madrasah untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di BDK Semarang.

Selain penguatan kepemimpinan, LP Ma’arif NU Jawa Tengah juga menyiapkan sejumlah program berwawasan global. Program tersebut meliputi pembelajaran bahasa Mandarin, seleksi peserta studi melalui beasiswa ke China, magang ke Jepang, serta rencana fasilitasi try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik.

Kepala BDK Semarang Suyatno menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam kepemimpinan pendidikan. Menurut dia, kepala madrasah tidak semestinya menempatkan diri sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan bagi guru, siswa, dan tenaga kependidikan.

“Kepala madrasah bukan penguasa, melainkan pelayan,” kata Suyatno.

Ia menegaskan, kepemimpinan madrasah merupakan amanah yang harus dijalankan dengan mengutamakan kebutuhan warga sekolah. Karena itu, kompetensi profesional perlu berjalan seiring dengan kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tenaga Kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Muhammad Asyiq, mengingatkan besarnya tanggung jawab kepala madrasah dalam mengelola ekosistem pendidikan di Jawa Tengah. Dengan sekitar 11.900 madrasah, menurut dia, dibutuhkan pemimpin yang adaptif dan mampu membangun budaya kerja yang kondusif agar madrasah tetap menjadi pilihan masyarakat.

Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Zaki Fuad juga mendorong para kepala madrasah untuk terus berinovasi dan terbuka terhadap perkembangan teknologi. Namun, ia mengingatkan bahwa modernisasi pembelajaran harus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Pelatihan selama lima hari tersebut diharapkan memperkuat sinergi LP Ma’arif NU Jawa Tengah dan BDK Semarang dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, pembelajaran, dan tata kelola madrasah. Upaya itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat daya saing madrasah di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *