Tingkatkan Keselamatan Kerja, Mahasiswa KKN-T IDBU Undip Edukasi K3 dan Pengadaan APAR pada Omah Tahu Sehat Asri Serasi

Mahasiswa ajak para pekerja Omah Tahu Sehat Asri Serasi praktik penggunaan APAR
Bestarinesia.id, Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 51 Universitas Diponegoro (Undip) memberikan edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi pekerja Omah Tahu Sehat Asri Serasi, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan yang digagas mahasiswa KKN-T IDBU 51, Damar Satrio, tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan di lingkungan usaha. Edukasi tidak hanya membahas penggunaan alat pelindung diri (APD), tetapi juga mengenalkan potensi bahaya kebakaran, langkah tanggap darurat, dan penggunaan APAR secara tepat.
Area produksi dan pelayanan memiliki sejumlah potensi risiko yang perlu diperhatikan. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan kerja dinilai penting agar pekerja mampu mengenali bahaya dan mengambil tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat.
“Edukasi K3 ini kami lakukan agar para pekerja tidak hanya mengetahui potensi bahaya di lingkungan kerja, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat, terutama kebakaran,” ujar Damar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan APAR. Para pekerja mendapat pendampingan untuk memeriksa kondisi dan tekanan APAR, melepas pin pengaman, hingga mengarahkan dan menyemprotkan media pemadam ke sumber api.
Mahasiswa juga menyerahkan unit APAR untuk ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan dinilai strategis di area Omah Tahu. Penyediaan APAR tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penanganan awal apabila terjadi kebakaran dalam skala kecil.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan para pekerja selama sesi praktik. Mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mencoba memahami tahapan penggunaan APAR agar dapat menggunakannya dengan benar ketika dibutuhkan.
Menurut Damar, keberadaan APAR perlu diikuti dengan pengetahuan mengenai cara penggunaannya. Dengan demikian, pekerja tidak panik dan dapat mengambil tindakan awal secara aman ketika menghadapi potensi kebakaran.
“APAR bukan hanya perlu tersedia, tetapi pekerja juga harus tahu cara menggunakannya. Harapannya, mereka lebih siap dan tidak ragu mengambil tindakan awal jika terjadi kebakaran,” katanya.
Program tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penerapan keselamatan kerja menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan usaha.
Kegiatan KKN-T IDBU 51 tersebut dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Melalui edukasi K3 dan penyediaan APAR, mahasiswa berharap Omah Tahu Sehat Asri Serasi dapat terus meningkatkan standar keselamatan kerja. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga aset usaha dan mendukung keberlangsungan kegiatan produksi.
Dengan pengetahuan dan fasilitas keselamatan yang memadai, lingkungan kerja di Omah Tahu diharapkan menjadi lebih aman, tanggap terhadap keadaan darurat, serta mampu memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja.
Penulis: Damar Satrio, Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, Universitas Diponegoro.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T IDBU 51: Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Editor: Azis
