Kenalkan PMT Bergizi Berbasis Tempe, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Pemanfaatan Protein Lokal di Posyandu Lestari 1 Desa Dalangan

Mahasiswa serahkan leaflet PMT berbasis tempe lokal kepada perwakilan pemerintah desa
Bestarinesia.id, Sukoharjo — Dalam rangka mendukung program multidisiplin 1 dengan tema “Penguatan Ekosistem BUMDes dan UMKM Berbasis Inovasi Produk, Digitalisasi, dan Tata Kelola dalam Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa Dalangan”, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Tempe sebagai Sumber Protein Lokal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8), bertempat di Posyandu Lestari 1, Desa Dalangan, dan diikuti oleh ibu balita serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan posyandu.
Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh Firza Noverizq Nastasyaputri, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Program Studi Ilmu Gizi, sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja multidisiplin KKN. Kegiatan berfokus pada edukasi mengenai pemanfaatan tempe sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat digunakan dalam pemberian makanan tambahan yang bergizi bagi balita.
Tempe dipilih karena merupakan salah satu pangan lokal yang mudah ditemukan di masyarakat serta memiliki kandungan protein yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi. Selain dikonsumsi sebagai lauk, tempe juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai inovasi olahan makanan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Dalam penyuluhan, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian makanan yang beragam dan bergizi bagi balita, peran protein dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari menu PMT. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai cara pemanfaatan tempe agar dapat diolah menjadi makanan yang lebih bervariasi dan menarik bagi anak.
Menurut Firza Noverizq Nastasyaputri, pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tempe dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak. Ia menyampaikan melalui edukasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemilihan bahan pangan yang bergizi sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan tema utama program multidisiplin 1, yaitu penguatan ekosistem BUMDes dan UMKM berbasis inovasi produk. Tempe sebagai salah satu potensi pangan lokal tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan inovatif yang memiliki nilai tambah dan berpotensi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Dalangan dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi balita serta mampu memanfaatkan pangan lokal secara optimal.
Edukasi mengenai PMT berbasis tempe juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghubungkan aspek gizi, inovasi pangan, dan potensi ekonomi lokal sehingga mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi Desa Dalangan.
Kegiatan penyuluhan di Posyandu Lestari 1 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mengintegrasikan ilmu gizi dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.
Dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang tersedia, diharapkan tercipta inovasi sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus membuka peluang pengembangan produk bagi masyarakat dan pelaku UMKM Desa Dalangan.
Penulis: Firza Noverizq Nastasyaputri
Editor: Azis
