Merawat Budaya, Mengasah Bakat: KKN UPGRIS 36 Dampingi Siswa SDN Waru Berlatih Macapat dan Geguritan Menuju FTBI

0
WhatsApp-Image-2026-09-01-at-11.37.01-1

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 36 ikut serta dalam pendampingan latihan macapat dan geguritan bagi siswa SD Negeri Waru dalam persiapan FTBI

Bestarinesia.id, Demak – Dalam upaya merawat warisan budaya sekaligus mengasah bakat seni generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 ikut serta dalam pendampingan latihan macapat dan geguritan bagi siswa SD Negeri Waru, Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kegiatan pendampingan pendidikan ini dirancang secara khusus untuk mengenalkan serta melestarikan seni sastra dan bahasa Jawa sejak dini, sekaligus membantu mempersiapkan para siswa dalam menghadapi ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPGRIS 36 berkolaborasi aktif dengan pendamping dan pelatih internal sekolah. Kehadiran mahasiswa di lapangan bertujuan memperkuat serta melengkapi proses bimbingan yang telah berjalan. Mahasiswa tidak hanya memberikan peragaan atau contoh pelafalan yang benar, tetapi juga turun langsung mendampingi siswa secara intensif.

Pendampingan ini difokuskan agar para siswa dapat memahami makna mendalam di balik teks sastra, menguasai teknik vokal dan intonasi (titilaras), serta mampu mengekspresikan macapat dan geguritan dengan penuh rasa percaya diri.

Kepala SD Negeri Waru, Ibu Sri Hidayah, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif serta keikutsertaan mahasiswa KKN UPGRIS dalam program pelestarian budaya ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan lembaga pendidikan dasar dalam mengembangkan potensi peserta didik.

“Pihak sekolah dasar sebenarnya telah memiliki pendampingan pelatih sendiri yang membantu kami dalam persiapan ini. Namun, kami juga sangat mengharapkan partisipasi aktif dari mahasiswa KKN untuk ikut membantu mendampingi anak-anak saat latihan. Saya berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan suasana belajar yang lebih dekat, ramah, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk kerja sama yang sangat positif antara pihak sekolah dan mahasiswa KKN dalam melejitkan potensi serta bakat siswa,” tutur Ibu Sri Hidayah S.Pd., M.Pd.,

Selama kegiatan berlangsung, bimbingan diberikan secara bertahap dengan memperhatikan tingkat pemahaman serta daya tangkap masing-masing siswa. Mahasiswa terlebih dahulu mempraktikkan teknik pelafalan dan cara penyampaian yang tepat, lalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba secara langsung.

Jika masih terdapat kendala dalam artikulasi, nada, maupun penjiwaan ekspresi, mahasiswa memberikan arahan perbaikan secara persuasif dan interaktif. Metode ini terbukti efektif menciptakan suasana latihan yang nyaman, hangat, dan jauh dari kesan menakutkan.

Antusiasme siswa terlihat membuncah sepanjang sesi latihan. Para siswa tampak tekun menyimak setiap petunjuk yang diberikan dan bersemangat mempraktikkan kembali materi sastra yang dicontohkan. Pendampingan secara langsung ini terbukti memacu motivasi belajar anak-anak.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menempa keberanian dan membangun rasa percaya diri siswa saat harus tampil di hadapan umum.

Bagi tim KKN UPGRIS 36, momentum pendampingan ini menjadi sarana belajar yang sangat berharga sekaligus wujud pengabdian nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan di Desa Waru.

“Bagi kami sebagai mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman luar biasa untuk belajar berinteraksi langsung dengan siswa dan pihak sekolah. Kami berupaya memberikan kontribusi positif dengan mendampingi proses latihan, mulai dari melatih pelafalan, membantu pemaknaan isi karya, hingga membentuk mental bertanding agar siswa lebih percaya diri saat membawakan macapat dan geguritan,” ujar Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha, Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Waru.

Pendampingan latihan macapat dan geguritan ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa KKN UPGRIS 36 dalam mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kolaborasi harmonis antara pihak sekolah, pelatih, dan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna, sekaligus membentengi generasi penerus agar tetap bangga dan mencintai budaya daerahnya.

 

Penulis: Tim Publikasi Mahasiswa KKN UPGRIS 36 Desa Waru

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *