Kurangi Ketergantungan Gadget, Mahasiswa KKN UPGRIS 36 Ajak Anak PAUD Melati Desa Waru Kembali Bermain Bersama

0
WhatsApp-Image-2026-09-02-at-01.01.01

Mahasiswa KKN UPGRIS ajak Siswa Paud Melati bermain permainan tradisional dan permainan kelompok untuk mengurangi ketergantungan gadget

Bestarinesia.id, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 36 Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengajak anak-anak PAUD Melati untuk mengisi waktu sore dengan kegiatan yang aktif, menyenangkan, dan edukatif melalui program “Gerakan Anak Sore Tanpa Ketergantungan pada Aktivitas Online Sejak Dini”.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (18/8/2026) ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mengajak anak-anak mengurangi penggunaan gadget dan kembali menikmati aktivitas bermain secara langsung bersama teman-teman.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak, gadget kini menjadi bagian dari keseharian mereka. Penggunaan gadget memang bermanfaat sebagai sarana belajar dan hiburan, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, anak berpotensi lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar sehingga kesempatan untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi langsung dengan sesama semakin berkurang.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS 36 menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak meninggalkan gadget sejenak dan mengisi waktu sore dengan mengenalkan permainan tradisional serta bermain bersama di luar ruangan. Anak-anak didampingi mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas yang melibatkan gerak tubuh, koordinasi, keberanian, dan kerja sama.

Permainan tradisional dan permainan kelompok menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui permainan, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Mereka diajak mengikuti aturan permainan, menunggu giliran, bekerja sama, serta menghargai teman.

Antusiasme anak-anak terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti arahan mahasiswa dengan penuh semangat dan terlibat aktif dalam berbagai permainan. Mahasiswa juga memberikan pendampingan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan menyenangkan.

Guru pendamping PAUD Melati, Prehatna Kusuma Astuti, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN UPGRIS 36. Menurutnya, kegiatan bermain bersama dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

“Kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak. Mereka tidak hanya mengurangi waktu bermain gadget, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan aktif bergerak melalui permainan bersama. Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah memberikan kegiatan alternatif yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Prehatna.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena aktivitas bermain bersama memberikan pengalaman sosial yang penting bagi perkembangan anak.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan. Harapannya, mereka terbiasa memanfaatkan waktu sore dengan kegiatan yang sehat dan bermanfaat, tidak hanya bermain gadget,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Tim KKN UPGRIS 36, Isfadhil Kholifatul Anwar Lutfi Toha, menjelaskan bahwa program tersebut dibuat untuk memberikan pilihan aktivitas yang lebih menarik bagi anak-anak.

“Kami ingin mengajak anak-anak kembali menikmati bermain bersama teman tanpa selalu bergantung pada gadget. Melalui permainan tradisional dan permainan kelompok, anak-anak dapat bergerak aktif sekaligus belajar kerja sama, keberanian, dan menghargai teman,” ujar Isfadhil.

Ia menambahkan, permainan sederhana dapat memberikan banyak pengalaman berharga bagi anak-anak. Bermain secara langsung memungkinkan anak berkomunikasi, mengenal teman lebih dekat, dan belajar menyelesaikan berbagai situasi selama permainan berlangsung.

“Permainan bersama bukan hanya soal menang atau kalah. Anak-anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai teman. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak Desa Waru, terutama untuk mengisi waktu sore dengan kegiatan yang lebih aktif dan menyenangkan,” tuturnya.

Bagi mahasiswa KKN UPGRIS 36, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian yang dilakukan melalui pendekatan sederhana dan dekat dengan kehidupan anak. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menciptakan ruang bermain yang positif dan menyenangkan bagi anak-anak di Desa Waru.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak dan bersosialisasi. Dukungan dari guru, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat menjadi bagian penting agar kebiasaan bermain secara sehat terus berkembang.

“Kami berharap anak-anak Desa Waru dapat menjadikan waktu sore sebagai kesempatan untuk bermain, belajar, bergerak, dan membangun kebersamaan dengan teman-teman di lingkungan sekitar,” tutup Koordinator Tim KKN UPGRIS 36.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS 36 menyampaikan pesan bahwa waktu bermain anak tidak harus selalu dihabiskan di depan layar. Bermain bersama, bergerak, tertawa, dan berinteraksi dengan teman juga merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.

 

Penulis: Tim Publikasi KKN UPGRIS Desa Waru

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *