Mahasiswa KKNT IDBU UNDIP Dorong UMKM Desa Kenteng Lebih Tertib Mencatat Keuangan

Mahasiswa dan Pelaku UMKM berfoto selepas Workshop pembukuan
Bestarinesia.id, Kab. Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Bagi Desa Binaan Universitas (KKNT IDBU) Universitas Diponegoro menggelar workshop pembukuan sederhana bagi pelaku UMKM Desa Kenteng, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kenteng tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha agar lebih tertib dalam mencatat dan mengelola keuangan.
Workshop merupakan program kerja multidisiplin yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh Suci Indah Fitriani dari Program Studi Akuntansi serta Manuel Sion Teddy dan Bambang Prasetyo dari Program Studi Akuntansi Perpajakan. Ketiganya merupakan mahasiswa kelompok KKNT IDBU 51 Desa Kenteng.
Program tersebut merupakan bagian dari IDBU (Iptek Bagi Desa Binaan Undip), yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dari perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan empat Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni Prof. Dr. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.
Workshop tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya pelaku UMKM yang belum melakukan pencatatan keuangan secara teratur. Dalam kegiatan usaha sehari-hari, uang pribadi dan uang usaha terkadang masih tercampur. Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan dan perkembangan usahanya secara pasti.
Karena itu, mahasiswa menyusun materi pembukuan yang praktis dan mudah diterapkan. Materi tidak berfokus pada istilah akuntansi yang rumit, seperti debit dan kredit, tetapi pada hal yang lebih dekat dengan kegiatan usaha sehari-hari, yakni mencatat uang yang masuk dan keluar.
Pendekatan tersebut dipilih agar pembukuan dapat dipahami sebagai bagian dari kebiasaan mengelola usaha, bukan sebagai kegiatan yang rumit.
“Pembukuan tidak harus dimulai dari sistem yang kompleks, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan usaha,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak lima pelaku UMKM dari Dusun Kenteng, Karanglo, dan Jurang mengikuti workshop. Meski jumlah peserta belum mencakup seluruh UMKM yang diundang, kegiatan berlangsung secara interaktif.
Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi. Mereka juga mengikuti praktik dan diskusi dengan menggunakan contoh transaksi yang dekat dengan aktivitas usaha sehari-hari. Melalui praktik tersebut, peserta diajak memahami cara mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih teratur.
Cara sederhana itu diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengetahui arus uang dalam kegiatan usaha. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM juga memiliki dasar untuk mengevaluasi perkembangan usaha dan mengambil keputusan pada masa mendatang.
Workshop pembukuan dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan lain yang mendukung pengembangan UMKM Desa Kenteng, yakni Sosialisasi Keuangan, Sosialisasi Pemasaran, dan Sosialisasi Pendataan UMKM.
Ketiga kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi mahasiswa dalam program kerja multidisiplin kelompok KKNT IDBU 51. Dengan demikian, pengembangan UMKM tidak hanya dilihat dari sisi keuangan, tetapi juga dari pemasaran dan pendataan usaha.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada pelaku UMKM mengenai pengelolaan usaha.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Peningkatan pemahaman mengenai pencatatan dan pengelolaan keuangan diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya secara lebih terstruktur.
Pembukuan yang tertata dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan, melihat perkembangan usaha, dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah usaha berikutnya.
Mahasiswa KKNT IDBU 51 UNDIP berharap pengetahuan yang diberikan dalam workshop tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pelaku UMKM diharapkan dapat menerapkan pencatatan sederhana tersebut secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Kehadiran mahasiswa melalui program IDBU pun diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian, tetapi memberikan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat Desa Kenteng, terutama dalam mendorong UMKM agar semakin tertib, terarah, dan mampu berkembang.
Penulis: Suci Indah Fitriani, Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Diponegoro
Editor: Azis
