KKNT-79 Validasi Data Sosial Ekonomi RW 9–12 Kelurahan Wujil

Mahasiswa melaksanakan survei gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara aktual sebagai bagian rangkaian kegiatan validasi dan penyusunan basis data sosial ekonomi masyarakat
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Mahasiswa KKNT-79 Universitas Diponegoro melaksanakan program validasi dan penyusunan basis data sosial ekonomi masyarakat RW 9–12 Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Mahasiswa melaksanakan kegiatan ini pada 21 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Selama tenggat waktu tersebut, mahasiswa merealisasikan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan, wawancara Ketua RT, survei rumah ke rumah terhadap 26 kepala keluarga (KK), hingga kurasi dan penyusunan dataset sebagai acuan tambahan dalam penentuan sasaran program bantuan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kemungkinan ketidaksesuaian antara data desil dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketepatan penentuan sasaran program bantuan. Karena itu, proses validasi dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lebih sesuai dengan keadaan aktual.
Program tersebut bertujuan menghasilkan dataset kondisi sosial ekonomi masyarakat RW 9–12 yang dapat diserahkan kepada Kelurahan Wujil sebagai data tambahan dalam menentukan sasaran program bantuan. Sasaran kegiatan meliputi perangkat kelurahan serta masyarakat yang menjadi target perhatian berdasarkan rekomendasi Ketua RT.
Tahapan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak Kelurahan Wujil pada 21 Juli 2026 untuk menentukan data yang diperlukan dalam proses survei kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Selanjutnya, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, dilakukan wawancara dengan seluruh Ketua RT di RW 9–12 untuk memperoleh rekomendasi 1–2 KK dari setiap RT yang perlu diperhatikan kondisi sosial ekonominya. Dari tahap tersebut diperoleh 26 KK yang kemudian menjadi sasaran survei lebih lanjut.
Survei lapangan dilaksanakan pada 3–7 Agustus 2026 dengan mendatangi rumah 26 KK secara langsung. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara aktual. Proses tersebut menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu warga untuk ditemui serta waktu pelaksanaan yang cukup panjang.
Setelah survei selesai, data dikurasi dan disusun pada 8–9 Agustus 2026. Tahap ini mencakup proses pembersihan data serta pelengkapan kolom desil melalui pengecekan pada website resmi.
Hasil kegiatan berupa dataset kondisi sosial ekonomi masyarakat RW 9–12 dalam format CSV yang telah dilengkapi dengan kolom desil. Dataset tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Kelurahan Wujil pada 10 Agustus 2026 untuk digunakan sebagai acuan tambahan dalam menentukan sasaran program bantuan.
Dengan adanya data hasil validasi lapangan, kelurahan memiliki tambahan informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menjadi target perhatian.
Menurut Wahana, salah satu perangkat Kelurahan Wujil, data yang telah dihimpun membantu pihak kelurahan dalam memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Terima kasih banyak sudah dibantu,” ujar Wahana.
Pembaruan data selanjutnya disarankan dilakukan secara berkala, khususnya bagi KK yang mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kesesuaian data dengan kondisi masyarakat di lapangan dan mendukung pemanfaatan dataset sebagai data tambahan dalam penentuan sasaran program bantuan.
Penulis/Reporter: Maria Yunita Dwi Cahyaning Ratri
Fotografer: Saskia Kamila Maharani dan Gisya Shaqila Rhashica
Kontak Media/Humas: WhatsApp: 08979086493 / Instagram: @mariaay25 @kknt79.wujil
Editor: Azis
