KKNT-79 Edukasi Gizi Seimbang untuk Lansia di RW 12

SEMARANG, 2 Agustus 2026 – Tim KKNT-79 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi gizi seimbang bagi peserta Posyandu Lansia RW 12 di Taman TOGA RW 12, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Minggu (2/8) pukul 08.00. Kegiatan bertajuk Pencerdasan Gizi Seimbang untuk Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Degeneratif melalui Media “Isi Piringku” serta Monitoring Buku Harian Konsumsi Makanan pada Posyandu Lansia RW 12 ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai pola makan yang tepat sekaligus mendorong pemantauan konsumsi makanan dan aktivitas fisik secara mandiri.
Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit degeneratif dan masalah gizi akibat perubahan fisiologis serta pola konsumsi makanan yang kurang tepat. Di Posyandu Lansia RW 12, edukasi mengenai penerapan pola makan bergizi seimbang, pemilihan makanan yang sesuai bagi penderita penyakit degeneratif, serta pemantauan konsumsi makanan masih perlu ditingkatkan. Posyandu Lansia RW 12 yang telah berjalan secara rutin dengan dukungan kader kesehatan dan bidan desa menjadi potensi untuk mendukung edukasi dan pemantauan kesehatan serta status gizi lansia secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKNT-79 menyasar lansia peserta Posyandu Lansia RW 12 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mengenai Gizi Seimbang, penerapan konsep “Isi Piringku”, serta pemilihan makanan yang tepat untuk membantu mencegah dan mengelola penyakit degeneratif. Peserta juga didorong untuk memantau konsumsi makanan dan aktivitas fisik sehari-hari melalui food diary.
Kegiatan diawali dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah untuk mengetahui status gizi serta kondisi kesehatan peserta. Setelah itu, peserta memperoleh edukasi mengenai Gizi Seimbang dan pola makan yang tepat. Materi kemudian diperkuat melalui games interaktif dan simulasi penyusunan porsi makanan menggunakan media “Isi Piringku”. Peserta juga mendapatkan lembar monitoring untuk mencatat konsumsi makanan dan aktivitas fisik selama tujuh hari.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta aktif memperhatikan materi, mengikuti diskusi dan tanya jawab, serta berpartisipasi dalam praktik menggunakan media “Isi Piringku”. Pada pertemuan berikutnya, Minggu (9/8) pukul 08.00 di lokasi yang sama, tim melakukan follow-up dengan meninjau buku monitoring yang telah diisi peserta selama tujuh hari. Hasil catatan tersebut dibahas untuk melihat penerapan pola makan dan aktivitas fisik, sekaligus mendiskusikan kendala yang dialami peserta dan memberikan penguatan kembali terhadap materi yang telah disampaikan.
Pelaksanaan kegiatan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai Gizi Seimbang, penggunaan “Isi Piringku” sebagai panduan mengatur porsi makanan, serta pentingnya memantau konsumsi makanan melalui buku monitoring. Bagi peserta, kegiatan tersebut juga membantu mengenali pola konsumsi makanan sehari-hari dan mendorong penerapan pola makan yang lebih sehat sesuai kebutuhan lansia.
Salah satu peserta, Ibu Musrifah, Ibu Ketua RT 1, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan kegiatan yang baik dan bermanfaat. Ia juga berencana meneruskan informasi yang diperoleh kepada ibu-ibu PKK lainnya agar pengetahuan mengenai materi Gizi Seimbang dan pencegahan penyakit degeneratif dapat diketahui lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, monitoring dilakukan melalui peninjauan buku konsumsi makanan selama tujuh hari, diskusi mengenai penerapan pola makan sehari-hari, serta penguatan kembali materi Gizi Seimbang dan pencegahan penyakit degeneratif. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam menerapkan Gizi Seimbang, memilih makanan yang sesuai, serta memantau konsumsi makanan secara mandiri.

