KKN-R UNDIP Ajak Siswa SD Biasakan Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini
KKN-R UNDIP melalui program “Mewujudkan Siswa Sehat melalui Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Dasar” mengajak siswa untuk mengenal dan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Kegiatan diisi dengan edukasi PHBS, praktik 6 langkah mencuci tangan, serta edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dikemas secara interaktif melalui praktik dan permainan edukatif. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menerapkan PHBS secara mandiri di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKN Undip peragakan sikat bersama siswa SDN 03 Jungsemi
Bestarinesia.id, Kendal — Mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program edukasi kesehatan bertajuk “Mewujudkan Siswa Sehat melalui Optimalisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Dasar” di salah satu sekolah dasar di SDN 3 Desa Jungsemi.
Kegiatan digagas oleh Ihsan Rafindra Putra yang merupakan mahasiswa Kedokteran Umum dan juga dibantu oleh teman kelompoknya.
Kegiatan ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Para siswa diperkenalkan dengan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai cara mencuci tangan yang benar menggunakan enam langkah. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan tahapan mencuci tangan, tetapi juga mengajak siswa untuk mempraktikkannya secara langsung.
Melalui praktik tersebut, siswa dapat memahami bahwa mencuci tangan bukan sekadar membasahi tangan dengan air, tetapi perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar kebersihan tangan lebih optimal.
Selain kebersihan tangan, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, termasuk pengenalan jenis-jenis gigi, fungsi gigi, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta cara menyikat gigi yang benar. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman siswa.
Untuk membuat kegiatan lebih menarik, sesi edukasi dilengkapi dengan praktik bersama, permainan edukatif, dan dokumentasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan antusiasme siswa sekaligus membantu mereka mengingat materi yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini (1/8), KKN-R UNDIP berupaya tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian siswa.
Dengan membiasakan PHBS sejak usia sekolah, diharapkan siswa mampu menjadi individu yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan serta turut menerapkan kebiasaan tersebut di keluarga dan masyarakat.
Editor: Azis
