Tim KKN-T 140 Universitas Diponegoro Bantu Perangkat Desa Ngabean Laksanakan Geotagging Tanah Kas Desa demi Mendukung Tata Kelola Aset Berbasis Spasial

Ngabean – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 140 Universitas Diponegoro melaksanakan pendampingan kegiatan geotagging Tanah Kas Desa (TKD) bersama perangkat Desa Ngabean sebagai upaya mendukung pengelolaan aset desa yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data spasial. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin yang bertujuan membantu pemerintah desa dalam memperkuat sistem pendataan aset melalui pemanfaatan teknologi informasi geografis.
Geotagging merupakan proses penandaan lokasi suatu objek menggunakan koordinat geografis sehingga posisi objek dapat diketahui secara pasti pada peta digital. Dalam konteks pengelolaan aset desa, geotagging menjadi langkah penting untuk menghasilkan basis data spasial yang mampu mendukung inventarisasi, pemantauan, hingga perencanaan pemanfaatan aset secara lebih efektif dan efisien.
Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah lokasi Tanah Kas Desa yang tersebar di 5 dusun di wilayah Desa Ngabean, dengan luasan bidang tanah yang digeotagging berkisar antara 2.000 m² hingga 20.000 m². Variasi luasan tersebut menunjukkan bahwa aset Tanah Kas Desa yang didata memiliki cakupan wilayah yang cukup beragam sehingga diperlukan pendataan lokasi yang sistematis dan akurat. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa serta mahasiswa Tim KKN-T 140 Universitas Diponegoro. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa bersama perangkat desa melakukan identifikasi lokasi aset, pengambilan titik koordinat menggunakan perangkat Global Positioning System (GPS) Map Camera, dokumentasi kondisi lapangan, serta pencatatan informasi pendukung setiap bidang tanah. Seluruh data yang diperoleh kemudian disusun sebagai basis data spasial yang dapat digunakan pemerintah desa dalam proses administrasi maupun perencanaan pembangunan.
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama proses perkuliahan, mahasiswa berupaya memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan secara teknis, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan desa.
Tanah Kas Desa merupakan salah satu aset strategis yang memiliki nilai ekonomi dan fungsi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa serta pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan data yang akurat mengenai lokasi, luas, dan kondisi setiap bidang tanah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Melalui kegiatan geotagging yang mencakup 5 dusun dengan bidang tanah seluas sekitar 2.000–20.000 m², setiap aset dapat terdokumentasi secara lebih sistematis sehingga meminimalkan potensi kesalahan administrasi, tumpang tindih data, maupun kendala dalam proses identifikasi aset di kemudian hari.
Selain menghasilkan data koordinat yang lebih akurat, kegiatan ini juga memberikan kemudahan bagi pemerintah desa dalam melakukan monitoring aset secara berkala. Data spasial yang tersusun dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemanfaatan lahan, penyelesaian administrasi pertanahan, hingga mendukung penyusunan dokumen perencanaan pembangunan desa yang berbasis data. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran karena didukung oleh informasi yang valid dan terdokumentasi dengan baik.
Selama kegiatan berlangsung, perangkat Desa Ngabean memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan geotagging. Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah desa dan Tim KKN-T 140 Universitas Diponegoro menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi desa. Pendampingan yang dilakukan juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi geospasial sehingga perangkat desa memiliki pemahaman yang lebih baik dalam pengelolaan data aset secara digital.
Program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern, transparan, dan berbasis teknologi informasi. Pemanfaatan data spasial diharapkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi, memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset desa, serta menjadi referensi yang dapat digunakan dalam berbagai program pembangunan di masa mendatang. Keberadaan data yang terintegrasi juga akan memudahkan pemerintah desa ketika melakukan pembaruan informasi aset maupun penyusunan laporan administrasi.
Pelaksanaan geotagging Tanah Kas Desa turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Kegiatan ini mendukung Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan sistem informasi wilayah dan pengelolaan ruang berbasis data spasial, Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas tata kelola aset desa, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro dengan Pemerintah Desa Ngabean dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T 140 Universitas Diponegoro menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan desa. Program geotagging tidak hanya menjadi bentuk pendampingan teknis, tetapi juga merupakan langkah awal dalam mendorong transformasi digital pengelolaan aset desa berbasis spasial. Dengan tersedianya data yang lebih akurat dari 5 dusun dengan cakupan bidang tanah sekitar 2.000–20.000 m², pemerintah Desa Ngabean diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan Tanah Kas Desa sebagai aset strategis yang mendukung pembangunan, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, hasil kegiatan geotagging diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan sistem informasi aset desa yang lebih terintegrasi. Melalui pembaruan data secara berkala dan pemanfaatan teknologi geospasial, Desa Ngabean memiliki peluang untuk mewujudkan tata kelola aset yang semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based planning).
Dengan demikian, kolaborasi antara Tim KKN-T 140 Universitas Diponegoro dan Pemerintah Desa Ngabean diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penyelenggaraan pemerintahan desa maupun peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
