Mahasiswa Undip Kenalkan Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Desa Lebih Bersih dan Produktif
Artikel ini membahas program “Greenova Juragan”, sebuah inisiatif edukasi dari mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Juragan, Kabupaten Batang. Program ini mensosialisasikan penggunaan teknologi tepat guna di era Society 5.0 untuk mengolah sampah organik masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan pakan ternak. Berkat antusiasme warga dan dampaknya terhadap kebersihan lingkungan, inisiatif ini berhasil terpilih sebagai salah satu program KKN unggulan yang dipresentasikan pada evaluasi tingkat kabupaten.
Poin Utama Artikel:
Pelaksana: Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip Desa Juragan Kec Kandeman Kab Batang.
Lokasi: Desa Juragan, Kec. Kandeman, Kab. Batang.
Tujuan: Mengedukasi warga mengubah sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak agar lingkungan bersih dan produktif secara ekonomi.
Pencapaian: Mendapat apresiasi dari perangkat desa dan terpilih sebagai program unggulan pada Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Undip.

Mahasiswa melakukan praktik penggunaan alat pencacah sampah organik yang akan dijadikan sebagai kompos dihadapan Wakil Ketua LPPM Undip, para Dosen Pembimbing Lapangan, dan Camat Warungasem
Bestarinesia.id, Batang – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, melaksanakan sosialisasi Penggunaan Teknologi Tepat Guna untuk Mengelola Sampah Organik pada Era Society 5.0 dengan tema “Greenova Juragan”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Juragan pada Kamis (30/7) ini menyasar masyarakat umum dengan tujuan mendorong pengelolaan sampah organik sekaligus membuka peluang inovasi ekonomi bagi masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik agar lingkungan tetap bersih dan sampah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna. Mahasiswa menyampaikan pengenalan teknologi tepat guna kepada masyarakat dapat membantunya mengetahui dan menerapkan potensi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga.
Kegiatan berlangsung dalam bentuk sosialisasi dan pengenalan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Materi disampaikan dengan mengaitkan perkembangan teknologi pada era Society 5.0 dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Program ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat melihat sampah organik sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Pak Suwandi selaku Sekretaris Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran program Greenova Juragan dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan wawasan dan solusi terkait pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat.

Program Greenova Juragan kemudian menjadi salah satu program unggulan yang ditampilkan dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Tim II Undip pada Jum’at (6/8) di Kantor Kecamatan Warungasem.
Program tersebut dipresentasikan di hadapan Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And.(K), M.M.R., Ph.D. selaku Wakil Ketua LPPM Undip, Bapak Adhe Setya Pramayoga, M.T., Bapak Asep Dwi Nugroho, S.E., M.M. selaku Camat Warungasem, serta para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) se-Kabupaten Batang.
Melalui program Greenova Juragan, mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dapat terus diterapkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Selain mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, pengolahan sampah organik juga diharapkan dapat menjadi peluang pemanfaatan ekonomi melalui produksi kompos dan pakan ternak.
Penulis/Reporter: DavaYudiPramono
Lokasi: Desa Juragan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang
Editor: Azis
