Mahasiswa KKN Undip Tingkatkan Numerasi Anak Desa Banaran melalui Matematika Ceria
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan program “Kelas Interaktif Matematika Ceria” di SDN 2 Banaran, Klaten, pada 6–7 Agustus 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi dasar (penjumlahan dan pengurangan) siswa melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, seperti permainan angka serta latihan kelompok. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap 10 Program Pokok PKK (Pendidikan dan Keterampilan) dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan harapan dapat menghapus stigma takut berhitung serta menumbuhkan rasa percaya diri dan ketertarikan anak-anak terhadap matematika sejak usia dini.

Siswa begitu ceria selapas kegiatan belajar bersama mahasiswa KKN UNDIP
Bestarinesia.id, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program “Kelas Interaktif Matematika Ceria sebagai Upaya Peningkatan Literasi Numerasi Anak SD Desa Banaran” pada 6–7 Agustus 2026. Kegiatan dilaksanakan melalui kelompok belajar interaktif bagi siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, dengan materi penjumlahan dan pengurangan dasar yang dikemas melalui latihan serta permainan numerasi.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu memperkuat kemampuan numerasi dasar anak. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi matematika menggunakan pendekatan sederhana dan menyenangkan agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep berhitung sekaligus terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pengenalan dan penguatan konsep penjumlahan dan pengurangan dasar. Materi disampaikan secara bertahap melalui contoh soal, latihan bersama, serta aktivitas numerasi interaktif. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mencoba menyelesaikan soal secara mandiri maupun bersama teman sehingga suasana kelompok belajar menjadi lebih aktif dan komunikatif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan penguatan kembali materi yang telah diberikan. Berbagai latihan dan permainan numerasi digunakan untuk membantu siswa mengingat konsep yang telah dipelajari. Pada akhir kegiatan, siswa mengikuti post-test sebagai evaluasi sederhana untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka setelah mengikuti rangkaian Kelas Interaktif Matematika Ceria.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin matematika tidak hanya dipandang sebagai kumpulan soal yang harus dikerjakan, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, anak-anak menjadi lebih percaya diri untuk mencoba berhitung dan tidak takut ketika menemukan soal matematika,” ujar mahasiswa pelaksana program.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti latihan maupun permainan yang diberikan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan tingkat kemampuan numerasi pada setiap siswa sehingga proses pendampingan perlu dilakukan secara bertahap. Keterbatasan waktu pelaksanaan juga menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pendampingan yang lebih mendalam kepada seluruh siswa.
Program Matematika Ceria turut mendukung salah satu 10 Program Pokok PKK, yaitu Pendidikan dan Keterampilan, melalui upaya peningkatan kemampuan dasar anak. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi sejak usia sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, materi dan permainan numerasi yang telah digunakan diharapkan dapat kembali dimanfaatkan sebagai sarana latihan bagi siswa. Dengan dukungan dari guru maupun orang tua, kegiatan belajar yang interaktif dapat terus dikembangkan sehingga kemampuan numerasi anak tidak hanya meningkat selama program berlangsung, tetapi juga dapat terus berkembang dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Kelas Interaktif Matematika Ceria menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana dalam membangun ketertarikan anak terhadap matematika. Dari keberanian untuk mencoba menjawab satu soal, diharapkan tumbuh rasa percaya diri untuk terus belajar dan memahami bahwa matematika dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Penulis: Muhammad Kamal Yoziawira, Mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro
Fotografer: Tim II KKN Undip 2026
Editor: Azis
