Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Budikdamber, Manfaatkan Lahan Terbatas Untuk Budidaya Lele di Montongsari

Mahasiswa menyerahkan galon bekas sebagai media untuk budaya ikan dalam upaya menjaga ketahanan pangan
Bestarinesia.id, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan budidaya ikan dalam ember atau Budikdamber kepada masyarakat Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan lahan terbatas sebagai sarana budidaya ikan lele yang sederhana dan berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan selama dua bari, yakni pada 29 Juli 2026 di kediaman Ketua RT 04/RW 01 dan 30 Juli 2026 di kediaman Ketua RW 06 Desa Montongsari dengan melibatkan warga sekitar.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP memberikan sosialisasi mengenai konsep, manfaat, serta teknik penerapan Budikdamber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan media Budikdamber dan penyerahan media yang telah dibuat kepada warga.
Koordinator program Budikdamber, Daffa Fachrul Adinata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya ikan dalam ember sekaligus mendorong pemanfaatan lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP mengenalkan konsep, manfaat, dan teknik Budikdamber kepada masyarakat dan juga mendemonstrasikan penggunaan media Budikdamber serta menyerahkannya kepada warga.
Budikdamber menjadi salah satu metode budidaya yang diperkenalkan kepada warga sebagai upaya untuk memanfaatkan ruang rumah tangga secara lebih optimal. Dengan penerapan yang sederhana, masyarakat diharapkan dapat memiliki pilihan untuk menghasilkan sumber pangan berupa ikan lele tanpa memerlukan lahan budidaya yang luas.
Program tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi, penyerahan media budikdamber kepada warga menjadi salah satu langkah agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Agung Setio Wibowo, Ketua PLT Dusun Montong Krajan, menyambut baik pelaksanaan progam tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai alternatif budidaya yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang terbatas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena memberikan gambaran bahwa budidaya ikan tidak selalu membutuhkan kolam atau lahan yang luas. Dengan media yang sederhana, masyarakat bisa mencoba memanfaatkan ruang yang ada di rumah untuk kegiatan yang produktif,” ujarnya.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, program Budikdamber juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap kegiatan budidaya perikanan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh warga diharapkan dapat menjadi bekal untuk menerapkan budidaya ikan lele secara sederhana, praktis, dan berkelanjutan.
Bagi Desa Montongsari, pemanfaatan metode Budikdamber dapat menjadi salah satu contoh bagaimana ruang yang terbatas tetap dapat digunakan untuk kegiatan produktif. Penyerahan media Budikdamber kepada warga juga diharapkan menjadi sarana praktik sekaligus mendorong masyarakat untuk mencoba mengembangkan budidaya ikan lele secara mandiri.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap Budikdamber dapat memberikan manfaat jangka Panjang bagi masyarakat Desa Montongsari. Tidak hanya sebagai kegiatan budidaya ikan, program tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan terbatas, meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga melalui cara yang sederhana dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UNDIP
Dosen Pembimbing: Dr. Ir. Yudo Prasetyo S.T., M.T.
Editor: Azis
