Mahasiswa KKN Undip Edukasi UMKM Wujil Waspadai Penipuan QRIS

SEMARANG, 28 Juli–10 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) – 79 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi transaksi digital berbasis QRIS kepada pelaku UMKM di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada 28 Juli hingga 10 Agustus 2026. Kegiatan dilakukan secara door-to-door untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dalam transaksi digital.
Program ini dilaksanakan karena sebagian warga masih minim pengetahuan mengenai transaksi digital berbasis QRIS. Rendahnya literasi terkait transaksi digital juga membuat warga rentan terhadap modus penipuan. Di sisi lain, sebagian warga masih memilih menggunakan uang tunai ketika melakukan transaksi.
Kelurahan Wujil memiliki banyak pelaku UMKM yang berpotensi menggunakan QRIS sebagai media transaksi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKNT-79 untuk memberikan edukasi dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat memahami cara bertransaksi melalui QRIS dengan lebih baik. Sasaran kegiatan ini adalah pelaku UMKM, dengan tujuan memberikan edukasi dan pencerdasan mengenai transaksi menggunakan QRIS serta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang menyertainya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penawaran program secara door-to-door kepada pelaku UMKM di Kelurahan Wujil. Setelah itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai QRIS sekaligus melakukan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai modus penipuan transaksi digital berbasis QRIS agar pelaku UMKM dapat mengenali dan mewaspadai risiko dalam penggunaannya.
Dalam kegiatan ini terdapat tiga peserta yang berkontribusi. Sebagian besar peserta menunjukkan respons positif karena baru mengetahui informasi dan pemanfaatan QRIS yang disampaikan. Namun, terdapat pula beberapa pelaku UMKM yang menolak karena masih memilih melakukan transaksi menggunakan uang tunai.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil membantu pembuatan QRIS sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai modus penipuan transaksi digital berbasis QRIS. Bagi pelaku UMKM, penggunaan QRIS diharapkan dapat membuat transaksi menjadi lebih mudah dan efektif. Dalam jangka lebih panjang, kegiatan ini diharapkan mendorong masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar semakin melek terhadap teknologi dalam bertransaksi dan tetap waspada terhadap modus penipuan.
Selain edukasi secara langsung, program ini memiliki luaran berupa video edukasi yang memuat simulasi modus penipuan transaksi digital berbasis QRIS. Video tersebut direncanakan untuk diunggah melalui website Kelurahan Wujil sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Penulis/Reporter: Audrey Maitri Thita
Fotografer: Ghina Aurelia Pinggala
Kontak Media/Humas: WhatsApp 085778889995 / Instagram @kknt79.wujil
