Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Wujil Terapkan Pembayaran Digital QRIS

0
kaila-m2-1

Semarang, 28 Juli–10 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN-T 79 Universitas Diponegoro menggelar pencerdasan mengenai transaksi digital serta pendampingan pembuatan QRIS bagi enam pelaku UMKM di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menyasar UMKM Nasi Jagung Bu Pur, Mulya Laundry, Lele Pak Wanto, Teras Jajan N&Z, Sahabat Laundry, dan Amera Hijab, dan berlangsung dalam beberapa waktu terpisah, sebagai upaya mendorong pelaku usaha beralih dari sistem transaksi tunai ke pembayaran digital yang lebih efisien dan aman.

Wilayah RW 9–12 Kelurahan Wujil memiliki sejumlah UMKM pangan rumahan, toko kelontong, dan usaha kecil lain yang setiap hari melakukan transaksi jual-beli. Namun, hampir seluruh transaksi tersebut masih dilakukan secara tunai, sebuah sistem yang dinilai kurang efisien karena rentan terhadap risiko kesalahan hitung maupun peredaran uang palsu. Padahal, pemanfaatan dompet digital dan QRIS dapat berfungsi sebagai sarana tabungan yang mudah dan cepat dalam bertransaksi tanpa dikenakan biaya admin.

Berangkat dari kondisi tersebut, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM, toko kelontong, dan usaha kecil di RW 9–12 mengenai transaksi digital, sekaligus mendampingi mereka dalam pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran. Sasaran kegiatan adalah para pemilik UMKM, dengan harapan sistem transaksi yang semula didominasi tunai dan rentan terhadap risiko kesalahan hitung maupun uang palsu dapat beralih menjadi lebih efisien, cepat, dan aman.

kaila-m21-1

Kegiatan diawali dengan kunjungan dan identifikasi pelaku UMKM secara door to door di wilayah RW 9–12. Setelah pelaku usaha teridentifikasi, tim KKN melanjutkan dengan pencerdasan mengenai transaksi digital sekaligus pendampingan langsung pembuatan QRIS bagi masing-masing UMKM. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan stand akrilik QRIS kepada para pelaku usaha agar barcode pembayaran dapat dipasang dan digunakan secara praktis di lokasi usaha.

Keenam pelaku UMKM yang menjadi sasaran program menunjukkan antusiasme tinggi selama pendampingan berlangsung. Mereka aktif bertanya ketika menemui hal yang belum dipahami, terutama terkait proses pendaftaran dan cara kerja QRIS, serta bersemangat untuk segera menerapkan sistem pembayaran digital pada usahanya masing-masing. Para pelaku usaha juga menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan, karena dirasa membantu mereka memahami transaksi digital yang sebelumnya masih asing, sekaligus membuka opsi pembayaran baru yang dinilai lebih praktis dan aman.

Hasil langsung dari kegiatan ini adalah terbitnya barcode QRIS resmi bagi masing-masing pelaku usaha melalui proses pendaftaran dan verifikasi data usaha, yang didahului dengan pencerdasan mengenai manfaat dan keamanan transaksi digital. Dari sisi manfaat, para pelaku UMKM kini memiliki opsi pembayaran digital berbasis GoPay yang juga dapat berfungsi sebagai sarana tabungan tanpa dikenakan biaya admin, sehingga transaksi menjadi lebih mudah dan cepat. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan membuat pembayaran tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tunai, sehingga risiko kesalahan hitung dan peredaran uang palsu dapat diminimalkan. Pemanfaatan dompet digital sebagai basis QRIS juga diharapkan mendorong literasi keuangan digital warga secara lebih luas dan berkelanjutan.

Salah satu pelaku usaha, Ibu Irna, menyampaikan kesannya usai mengikuti pendampingan. “Makasih banyak ya nduk, sudah dibantu bikin QRIS. Sekarang tinggal scan aja langsung bayar. Enak, praktis, nggak pake nunggu-nunggu lagi kalau pelanggan tidak punya uang tunai,” ujarnya.

Program pencerdasan transaksi digital dan pendampingan pembuatan QRIS yang dijalankan mahasiswa KKN-T 79 Universitas Diponegoro di Kelurahan Wujil diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM di RW 9–12 untuk semakin melek terhadap sistem pembayaran digital. Kehadiran QRIS pada enam UMKM tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha lain di wilayah tersebut untuk turut beralih ke transaksi yang lebih efisien dan aman. 

Penulis/Reporter : Kaila Adnani
Fotografer : Ghina Aurelia Pinggala
Kontak Media/Humas : Instagram @kailaadn/@kknt79.wujil

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *