Ketika Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin Aromaterapi: Belajar, Berkreasi, dan Membuka Peluang Usaha

0
Hijau-dan-Kuning-Ilustrasi-Presentasi-Pentingnya-Imunisasi

SRAGEN – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Hal tersebut diperkenalkan mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II melalui kegiatan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 ibu-ibu PKK ini berangkat dari kondisi di mana minyak jelantah masih kerap dibuang begitu saja ke tempat sampah maupun selokan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenali dampak pembuangan minyak jelantah sekaligus mengeksplorasi cara mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi mengenai bahaya minyak jelantah, pengenalan perizinan usaha, serta penjelasan mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar dalam menentukan biaya dan peluang usaha. Peserta juga mendapatkan leaflet dan contoh lilin aromaterapi, kemudian mengikuti demonstrasi secara langsung serta video tutorial pembuatan yang disiapkan oleh Sabila Alifia Febrianty.

Sabila turut berperan sebagai tim media dan dokumentasi sekaligus mendampingi peserta dalam proses pembuatan lilin. Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat sepanjang kegiatan. Beberapa peserta bahkan merekam proses demonstrasi, sementara peserta lainnya tampak serius membaca langkah-langkah pembuatan yang tercantum dalam leaflet dan memberikan berbagai masukan.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh Ketua PKK Desa Purwosuman, Ibu Martani Setyowati, S.E., M.Si., yang menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap minyak jelantah tidak lagi dipandang sekadar sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar membuat lilin, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar, berkreasi, dan melihat peluang dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

 

Ditulis oleh Sabila Alifia Febrianty, Mahasiswa Program Studi Peternakan, Program KKN Reguler Periode II Universitas Diponegoro Tahun 2026, Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *