Kenalkan Mitigasi Bencana Gunung Berapi, KKN-R UNDIP Ajak Siswa SD 1 Jungsemi Bereksperimen

0
WhatsApp-Image-2026-08-17-at-20.55.42

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana gunung berapi bersama siswa kelas 3 SD 1 Jungsemi, Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada fenomena gunung berapi sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi bencana melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai gunung berapi dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan ketika terjadi erupsi. Mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan materi menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diperkenalkan dengan proses terjadinya erupsi serta pentingnya mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana gunung berapi.

Selain materi mengenai gunung berapi, siswa juga diajarkan mengenai mitigasi bencana sebelum, saat, dan setelah terjadi erupsi. Sebelum bencana, siswa diarahkan untuk mengenali lingkungan sekitar, mengetahui jalur serta tempat evakuasi, dan memperhatikan informasi dari pihak yang berwenang. Saat terjadi erupsi, siswa diajarkan untuk tetap tenang, mengikuti arahan guru atau orang dewasa, menjauhi kawasan berbahaya, dan segera menuju tempat yang aman. Setelah bencana, siswa diingatkan untuk tetap berada di lokasi aman dan tidak kembali ke daerah terdampak sebelum dinyatakan aman.

Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, mahasiswa KKN UNDIP mengajak siswa melakukan eksperimen sederhana berupa simulasi gunung meletus. Eksperimen tersebut menggunakan bahan berupa cat atau pewarna merah, Sunlight, baking soda, air, dan cuka. Bahan-bahan dicampurkan hingga menghasilkan busa berwarna merah yang keluar menyerupai lava dari gunung berapi.

DSC08770-3Siswa kelas 3 mengikuti eksperimen dengan antusias. Mahasiswa menjelaskan bahwa eksperimen tersebut merupakan simulasi sederhana dan bukan gambaran proses vulkanik yang sebenarnya. Busa yang terbentuk merupakan hasil reaksi antara baking soda dan cuka yang menghasilkan gas karbon dioksida, sedangkan Sunlight membantu menghasilkan busa.

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Melalui eksperimen, materi mengenai gunung berapi dan mitigasi bencana menjadi lebih mudah dipahami dan menarik bagi siswa. Selain memperoleh pengetahuan, siswa juga dapat berpartisipasi secara aktif selama proses pembelajaran.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap siswa SD 1 Jungsemi memiliki pengetahuan dasar mengenai gunung berapi serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Edukasi mitigasi sejak dini diharapkan dapat membentuk siswa yang lebih tanggap, tenang, dan mampu mengutamakan keselamatan ketika menghadapi situasi kebencanaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *