Kembangkan Wisata Religi Kabupaten Kendal, Mahasiswa KKNT 140 UNDIP Hadirkan Wajah Baru di Makam Mbah Bromo

Kendal, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 140 Universitas Diponegoro Tahun 2026 terus berupaya mendukung pengembangan potensi desa melalui langkah-langkah yang konkret dan tepat guna. Salah satu program kerja yang direalisasikan di Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, adalah pembuatan dan pemasangan “Plang Selamat Datang” di kawasan wisata religi Makam Mbah Bromo dan Pangeran Pandu. Program ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk membantu Pemerintah Desa Ngabean dalam menata, memperkenalkan, dan memperkuat identitas potensi wisata religi yang dimiliki desa.
Keberadaan Makam Mbah Bromo dan Pangeran Pandu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Ngabean. Meskipun sejarah pasti maupun asal-usul kedua tokoh tersebut hingga kini belum terdokumentasikan secara resmi, kawasan makam ini telah lama dikenal sebagai tempat yang memiliki nilai religius tinggi dan rutin menjadi tujuan ziarah masyarakat.
Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan. Dari hasil tinjauan tersebut, ditemukan bahwa kawasan wisata religi ini membutuhkan penanda fisik yang memadai. Merespons kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T 140 menginisiasi pengadaan infrastruktur fisik berupa plang selamat datang sebagai bentuk pengenalan potensi kawasan tanpa harus masuk ke dalam narasi sejarah yang belum memiliki sumber valid, sehingga keakuratan informasi publik tetap terjaga.
Pemasangan Plang Selamat Datang ini memiliki fungsi strategis sebagai penunjuk identitas sekaligus fasilitas penunjang aksesibilitas. Keberadaan penanda ini tidak hanya memudahkan para peziarah atau wisatawan yang baru pertama kali berkunjung untuk menemukan lokasi, tetapi juga memberikan kesan rapi dan menyambut. Lebih dari itu, plang ini secara visual mempertegas eksistensi kawasan Makam Mbah Bromo dan Pangeran Pandu sebagai destinasi wisata religi yang dikelola dan diperhatikan kelayakannya.
Inisiatif pengadaan infrastruktur penunjang ini sangat sejalan dengan komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan identitas fisik kawasan wisata religi ini secara langsung mendukung Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian, perlindungan, serta penataan aset budaya dan identitas lokal.
Selain itu, program ini juga turut mendukung Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Fasilitas penanda kawasan yang baik berpotensi meningkatkan kenyamanan dan jumlah kunjungan peziarah. Apabila potensi ini terus dikelola, keberadaan wisata religi dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar melalui sektor pendukung seperti usaha mikro, perdagangan, maupun lahan parkir.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 140 Universitas Diponegoro berharap Plang Selamat Datang di Makam Mbah Bromo dan Pangeran Pandu dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Ngabean beserta masyarakat setempat. Penanda fisik ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi monumen penyambut, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap aset desa yang dimiliki, sehingga kelestariannya dapat terus dijaga bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
