Hati-Hati Kebiasaan Testing Produk! Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pelaku UMKM tentang Dampaknya terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

0

Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku UMKM Desa Caruban mengenai dampak kebiasaan *testing* produk terhadap kesehatan gigi dan mulut. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko konsumsi produk manis secara berulang serta langkah sederhana untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut.

IMG_8320-2

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kepada pelaku UMKM di Desa Caruban

Bestarinesia.id, Kendal – Program edukasi kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai dampak kebiasaan testing produk terhadap kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bentuk upaya promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut selama menjalankan aktivitas usaha.

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kepada pelaku UMKM di Desa Caruban. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mengenai hubungan antara kebiasaan testing produk dengan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus mendorong terbentuknya perilaku yang lebih sehat dalam menjalankan aktivitas produksi dan pemasaran.

Rachelaqiila A. Shakara selaku mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi menyampaikan bahwa kebiasaan mencicipi makanan atau minuman secara berulang, terutama produk yang mengandung gula, dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi apabila tidak diimbangi dengan pemeliharaan kebersihan rongga mulut yang baik.

“Gula itu berbahaya bagi kesehatan gigi kita. Terlalu banyak mengonsumsi produk mengandung gula, apalagi saat mencicipi menu baru yang belum kita ketahui kadar gulanya dan tidak diimbangi dengan memelihara kebersihan rongga mulut dapat mengakibatkan karies gigi.,” ucapnya

Melalui penyampaian materi secara interaktif, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai risiko yang dapat timbul akibat kebiasaan mencicipi produk secara berulang serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai proses terjadinya karies akibat konsumsi makanan dan minuman manis secara berulang, faktor risiko yang sering dialami pelaku UMKM, serta dampaknya terhadap kesehatan rongga mulut.

Selanjutnya, peserta diberikan edukasi mengenai berbagai upaya pencegahan, seperti membatasi frekuensi testing yang tidak diperlukan, berkumur menggunakan air putih setelah mencicipi produk, mengunyah permen karet bebas gula apabila diperlukan, menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.

Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka selama menjalankan usaha, mengajukan berbagai pertanyaan terkait kebiasaan testingproduk, serta berbagi cara yang selama ini dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Diskusi berlangsung interaktif sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.

Salah satu pelaku UMKM menyampaikan bahwa kegiatan edukasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai kebiasaan testing produk yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas usaha.

“Sebelumnya saya tidak terlalu memperhatikan kalau terlalu sering mencicipi makanan atau minuman, terutama yang manis, bisa berpengaruh terhadap kesehatan gigi. Setelah mengikuti edukasi ini, saya jadi lebih tahu cara menjaga kesehatan gigi tanpa mengganggu kegiatan usaha,” ujar salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku UMKM memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut di tengah aktivitas usaha yang mengharuskan mereka mencicipi produk secara berulang. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, diharapkan terbentuk kebiasaan yang lebih sehat sehingga risiko terjadinya penyakit gigi dan mulut dapat diminimalkan tanpa mengganggu kualitas produk yang dihasilkan.

Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)dengan mendorong pelaku UMKM untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari produktivitas usaha yang berkelanjutan.

Penyusun:
Rachelaqiila A. Shakara
Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Diponegoro

Editor:
Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *