Demonstrasi Pembuatan Obat Kumur Alami Berbahan Dasar Jeruk Nipis sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Rongga Mulut
Program demonstrasi pembuatan obat kumur berbahan dasar jeruk nipis merupakan kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Melalui penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan, masyarakat diperkenalkan pada cara pembuatan serta penggunaan obat kumur alami yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kebersihan rongga mulut.

Bestarinesia.id, Kendal – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Diponegoro menggelar kegiatan demonstrasi pembuatan obat kumur berbahan dasar jeruk nipis merupakan salah satu program edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di Lahan Pesona Desa Caruban pada sabtu, (25/8/2026).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut sekaligus memperkenalkan pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh sebagai alternatif pendukung perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Rachelaqiila A. Shakara selaku mahasiswa menyampaikan jeruk nipis merupakan buah yang mengandung senyawa bioaktif yang mencegah karies gigi.
“Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dipilih karena mengandung minyak atsiri, flavonoid, dan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies gigi,” ujarnya.
Penelitian oleh Mulyanti dkk. menunjukkan bahwa formulasi obat kumur berbahan minyak atsiri kulit jeruk nipis mampu menghambat pertumbuhan S. mutans sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif obat kumur alami.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta manfaat jeruk nipis sebagai bahan alami yang memiliki potensi antibakteri. Selanjutnya dilakukan demonstrasi pembuatan obat kumur mulai dari pengenalan bahan-bahan, proses pencampuran sesuai formulasi, hingga cara penggunaan obat kumur yang benar.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung setiap tahapan pembuatan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai keamanan dan manfaat penggunaan obat kumur berbahan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir. Peserta aktif memperhatikan demonstrasi, mengajukan berbagai pertanyaan terkait manfaat dan keamanan penggunaan obat kumur alami, serta berpartisipasi dalam praktik pembuatan. Keterlibatan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana di lingkungan sekitar.
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut.
“Kegiatannya menarik karena sebelumnya saya belum tahu kalau jeruk nipis bisa dimanfaatkan untuk dibuat menjadi obat kumur. Cara pembuatannya juga dijelaskan dengan jelas, jadi lebih mudah untuk dipahami dan dipraktikkan,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai cara menjaga kesehatan rongga mulut dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah didapat. Selain itu, masyarakat juga berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan kebiasaan hidup sehat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui edukasi mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, program juga berkontribusi pada SDGs poin 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar secara bijaksana.
Penyusun:
Rachelaqiila A. Shakara, Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Diponegoro
Editor:
Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si.
Referensi
- Mulyanti S, Laela DS, Julaeha E, Suwargiani AA, Aripin D. Formulation of mouth rinse from the essential oils of lime (Citrus aurantifolia) and its inhibitory efficacy on the growth of Streptococcus mutans – in vitro. Padjadjaran Journal of Dentistry.
- Mulyanti S, Laela DS, Vasall PRN, et al. Antibacterial and Anti-Inflammatory Properties of Citrus aurantiifolia Essential Oil-Based Mouthwash: Potential and Cytotoxicity Concerns. PubMed (2026).
