KKNT-79 Undip Perbarui Data Warga Tidak Mampu dan Gelar Pasar Murah di Wujil

Mahasiswa laksanakan pasar murah untuk melayani kebutuhan pangan pokok masyarakat
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Tim KKNT-79 Universitas Diponegoro melaksanakan dua kegiatan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Mahasiswa merelaisaikan melaui dua kegiatan menyasar masyarakat di seluruh wilayah Kelurahan Wujil, dengan pendataan SIKS-NG mencakup RW 9–12 dan pasar murah ditujukan bagi masyarakat RW 1–12.
Adapun kedua kegiatan tersebut meliputi pendataan warga tidak mampu melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) pada Kamis (13/8) dan pelaksanaan pasar murah bersama BULOG pada Sabtu, (15/8).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi masyarakat Kelurahan Wujil yang masih membutuhkan perhatian lebih dalam aspek perekonomian.
Mahasiswa menyampaikan pemutakhiran data warga tidak mampu diperlukan untuk mendukung ketepatan sasaran program bantuan sosial. Begitu pula, penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok.
Dalam pelaksanaannya, tim KKNT-79 memanfaatkan potensi masyarakat dan kelembagaan Kelurahan Wujil dalam mendukung pemutakhiran data kesejahteraan sosial.
Kerja sama dengan BULOG juga dilakukan untuk menyediakan kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Melalui dua kegiatan tersebut, tim berupaya memberikan dukungan pada aspek pendataan kesejahteraan sekaligus akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.
Pendataan warga tidak mampu melalui SIKS-NG dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mulai pukul 07.00. Kegiatan tersebut menyasar 26 keluarga di RW 9–12 Kelurahan Wujil. Sebelum melakukan pendataan, tim terlebih dahulu berkonsultasi dengan ketua RT untuk memperoleh rekomendasi keluarga yang membutuhkan perhatian dalam aspek perekonomian.
Setelah memperoleh rekomendasi, tim melakukan survei dan wawancara terhadap warga yang membutuhkan. Informasi yang diperoleh dari proses tersebut kemudian didata dan menjadi bahan untuk proses berikutnya, yaitu memasukkan data ke dalam aplikasi SIKS-NG. Seluruh proses pengumpulan dan penginputan data dilakukan secara mandiri oleh tim KKNT-79.
Dalam proses pendataan tersebut, tim turut memperoleh bantuan dari Bapak Wahana selaku perangkat Kelurahan Wujil. Dukungan tersebut membantu proses pendataan agar dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selanjutnya, proses pendataan kepada masyarakat. Bapak Wahana menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dalam pendataan serta meminta staf lainnya untuk segera membantu proses data tersebut.
Selain pendataan, KKNT-79 juga menginisiasi pelaksanaan pasar murah bersama BULOG sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Persiapan kegiatan diawali dengan pembuatan surat permohonan kerja sama kepada BULOG Cabang Semarang. Setelah itu, tim melakukan koordinasi dengan BULOG mengenai teknis pelaksanaan pasar murah serta komoditas yang akan dibawa pada saat kegiatan.
Pelaksanaan pasar murah berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 mulai pukul 13.00 di Masjid Nurul Janah RT. 02/RW. 04, Kelurahan Wujil. Kegiatan ini menyasar masyarakat RW 1–12 Kelurahan Wujil dengan jumlah peserta sekitar 120 orang.
Bapak Suyono selaku Ketua LMPK turut membantu penyediaan tempat untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah di Kelurahan Wujil. Koordinasi dengan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan bahan pangan dan pelaksanaan kegiatan agar dapat diakses oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pasar murah berlangsung. Tingginya minat warga terhadap bahan pangan yang disediakan membuat barang yang dijual habis dalam waktu sekitar satu jam sejak kegiatan dimulai.
Warga merasa terbantu dengan adanya pasar murah, terutama karena harga kebutuhan pangan di pasaran sedang tinggi. Bahan pangan seperti minyak dan beras menjadi kebutuhan yang dirasakan lebih terjangkau melalui kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat, pasar murah memberikan manfaat berupa kesempatan memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya ketika harga kebutuhan pangan di pasaran sedang tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung akses masyarakat terhadap pangan pokok sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kelurahan Wujil.
Sementara itu, hasil dari pendataan melalui SIKS-NG diharapkan dapat mendukung proses pengusulan bantuan sosial dari pemerintah bagi warga yang telah didata, apabila nantinya disetujui oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam mendukung tersedianya informasi mengenai kondisi warga yang membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesejahteraan sosial.
Kedua kegiatan tersebut memiliki manfaat yang saling melengkapi. Pendataan melalui SIKS-NG diarahkan untuk mendukung tersedianya data warga tidak mampu yang lebih tepat sebagai dasar program bantuan. Sedangkan pasar murah memberikan manfaat secara langsung melalui penyediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Mahasiswa melaksanakan tidak hanya berfokus pada pendataan masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memberikan akses terhadap kebutuhan pangan dalam jangka pendek.
Ke depan, dampak yang diharapkan dari kegiatan pendataan adalah meningkatnya ketepatan data warga tidak mampu sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.
Sementara itu, pelaksanaan pasar murah diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau. Kedua hal tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat Kelurahan Wujil.
Penulis/Reporter: Maria Angelica
Fotografer: Hafidz Afif
Kontak Media/Humas: 085799498972
Editor: Azis
