Mahasiswa KKN Undip Dampingi UMKM Pangan Wujil Rambah Pasar Digital via Shopee

0
unnamed-11

Mahasiswa memberikan pendampingan pembuatan akun platform e-commerce bagi pelaku UMKM Desa Wujil

Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Mahasiswa KKN-T 79 Universitas Diponegoro menggelar edukasi dan pendampingan pembuatan akun e-commerce Shopee bagi pelaku UMKM pangan di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 – 30 Juli 2026 menyasar UMKM Nasi Jagung Bu Pur dan UMKM Lele Pak Wanto ini digagas sebagai upaya membantu pelaku usaha memperluas pemasaran produk secara digital, mengingat pemahaman mereka terhadap platform e-commerce masih terbatas.

Wilayah RW 9–12 Kelurahan Wujil memiliki beragam UMKM pangan yang menjadi penggerak ekonomi warga sehari-hari. Namun, pemasaran produk masih dilakukan secara konvensional, yakni melalui penjualan langsung atau sebatas menerima pesanan dari warga sekitar, tanpa disertai upaya promosi maupun perluasan jangkauan pasar.

Kaila Adnani, menyampaikan minimnya pemahaman dan pemanfaatan platform e-commerce oleh pelaku UMKM menjadi salah satu penyebab utama terbatasnya jangkauan pemasaran tersebut. Padahal, produk pangan olahan siap saji yang dihasilkan, seperti lele marinasi dan nasi jagung instan, sebenarnya cukup tahan lama dan praktis untuk dikirim sehingga berpeluang besar dipasarkan secara daring.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM pangan di RW 9–12 dalam memasarkan produknya secara digital melalui platform Shopee, sehingga jangkauan pasar yang semula terbatas pada penjualan langsung dapat diperluas.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap potensi ekonomi dan produk unggulan yang sudah dimiliki UMKM dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga.

Kegiatan diawali dengan tahap survei dan pemetaan UMKM pangan di sekitar RW 9–12 untuk mengidentifikasi pelaku usaha yang berpotensi didampingi. Setelah itu, tim KKN menetapkan UMKM sasaran sekaligus menyusun materi pencerdasan yang akan disampaikan.

Pelaksanaan pencerdasan oleh mahasiswa mengenai e-commerce serta pendampingan langsung pembuatan akun toko Shopee diberikan kepada UMKM Nasi Jagung Bu Pur dan UMKM Lele Pak Wanto.

Selama proses pendampingan berlangsung, warga menunjukkan antusiasme tinggi. Para pelaku UMKM aktif bertanya ketika menemui hal yang belum dipahami dan terlihat bersemangat untuk segera mengoperasikan akun toko Shopee mereka sendiri.

Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan karena dinilai membuka peluang usaha baru sekaligus menambah wawasan mengenai pemasaran digital.

Rasa antusias dan terima kasih ini disampaikan langsung oleh Bu Pur dan Pak Wanto, dua pelaku UMKM yang turut mendapat pendampingan. Keduanya mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena sebelumnya merasa bingung dan asing dengan cara berjualan secara daring, namun kini memiliki gambaran yang lebih jelas setelah dibimbing langsung membuat akun Shopee.

Bu Pur dan Pak Wanto sama-sama berharap usaha mereka dapat semakin dikenal dan menjangkau pembeli yang lebih luas, tidak hanya sebatas warga sekitar.

Ucapan terima kasih yang mereka sampaikan mencerminkan besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM dari program pendampingan ini.

“Saya senang mendengar ucapan terima kasih oleh para pelaku UMKM, terutama Bu Pur dan Pak Wanto. Kalimat tersebut menyadarkan saya bahwa kegiatan tersebut manfaatnya dapat mereka rasakan langsung,” ucap mahasiswa.

Hasil langsung dari kegiatan ini adalah akun toko Shopee yang berhasil dibuat dan aktif atas nama UMKM pangan peserta, lengkap dengan produk yang telah diunggah berupa foto, deskripsi, dan harga, sehingga siap dipasarkan secara daring. Selain itu, pelaku UMKM juga memperoleh pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengoperasikan platform e-commerce, mulai dari pengelolaan akun, unggah produk, hingga proses transaksi.

Program tersebut memberikan manfaat untuk peningkatan literasi digital ini membuat pemasaran produk yang sebelumnya terbatas pada penjualan langsung atau pesanan warga sekitar kini dapat diperluas ke pasar yang lebih luas, sehingga membuka peluang peningkatan volume penjualan dan pendapatan.

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mendorong pergeseran pola pemasaran UMKM pangan di RW 9–12 dari yang semula konvensional menjadi lebih modern dan berorientasi pasar yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kemandirian pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi usaha sehari-hari.

Program pencerdasan e-commerce dan pendampingan pembuatan akun toko Shopee yang dijalankan mahasiswa KKN-T 79 Universitas Diponegoro di Kelurahan Wujil diharapkan mampu meningkatkan literasi digital pelaku UMKM pangan di RW 9–12 dalam memasarkan produknya.

Kehadiran akun Shopee yang aktif dan siap digunakan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Nasi Jagung Bu Pur dan UMKM Lele Pak Wanto untuk memperluas jangkauan pasar secara mandiri dan berkelanjutan. 

 

Penulis/Reporter : Kaila Adnani
Fotografer : Hafidz Afif dan Erick Benediktus
Kontak Media/Humas : Instagram @kailaadn/@kknt79.wujil

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *