KKNT-79 Edukasi Remaja Putri Cegah Anemia lewat Konsumsi TTD

0
ghina-m2

Kegiatan Pencerdasan Pencegahan Anemia pada Remaja Putri melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)” bagi remaja putri di RW 9–12 Kelurahan Wujil

Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Tim KKNT-79 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi “Pencerdasan Pencegahan Anemia pada Remaja Putri melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)” bagi remaja putri di RW 9–12 Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Kegiatan bidang kesehatan tersebut berlangsung dalam dua pertemuan, yakni Minggu (2/8) di Balai RW 12 dan Mushola Al Hikmah RW 10, serta Minggu (9/8) di Masjid Wahyu RW 11 dan Masjid Wahyu Al Ikhlas RW 9.

Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, kuis, serta pembagian TTD untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pencegahan anemia.

Anemia pada remaja putri masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, dan produktivitas.

Mahasiswa menyampaikan remaja putri masih Kurang pengetahuan mengenai anemia, cara pencegahannya, serta pentingnya konsumsi TTD secara rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.

Remaja di RW 9–12 Kelurahan Wujil menjadi kelompok yang potensial untuk memperoleh edukasi kesehatan sejak dini. Pertemuan remaja di lingkungan RW dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan informasi mengenai anemia dan pentingnya konsumsi TTD.

Melalui program ini, KKNT-79 berupaya meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pengertian anemia, faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahannya, termasuk konsumsi TTD secara rutin.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai anemia dan TTD

Mahasiswa melakukan pre-test terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan remaja. Tim kemudian menyampaikan materi secara interaktif mengenai pengertian anemia, faktor penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan pentingnya TTD bagi remaja putri, termasuk aturan konsumsi satu tablet per minggu.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai anemia, TTD, serta pola hidup sehat untuk membantu mencegah anemia.

Peserta kemudian mendapatkan empat tablet TTD disertai edukasi mengenai aturan konsumsinya. Sebanyak empat tablet TTD dibagikan kepada peserta sebagai bagian dari upaya mendukung konsumsi TTD sesuai anjuran.

Mahasiswa melakukan evaluasi juga, untuk mengetahui pemahaman peserta melalui post-test, kuis, dan sesi tanya jawab.

Berdasarkan hasil kuis dan tanya jawab, peserta dapat menjawab pertanyaan dengan baik yang menunjukkan pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Peserta cukup antusias mengikuti penyuluhan, terutama ketika memasuki sesi diskusi, tanya jawab, dan kuis. Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai anemia dan aturan konsumsi TTD.

Namun, jumlah remaja putri yang hadir lebih sedikit dibandingkan remaja putra sehingga jumlah sasaran utama yang mengikuti kegiatan relatif terbatas.

Kegiatan menghasilkan terlaksananya pencerdasan mengenai pencegahan anemia pada remaja putri. Peserta memperoleh informasi mengenai anemia, dampaknya terhadap kesehatan, serta pentingnya konsumsi TTD secara rutin.

Cahya, remaja RW 11, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi remaja.

“Kegiatan yang dilakukan cukup bermanfaat dan seru dan materinya cocok untuk diberikan ke remaja,” ujarnya.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh peserta melalui konsumsi TTD secara rutin sesuai anjuran, yaitu satu tablet per minggu, serta penerapan pola hidup sehat.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah anemia sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia dalam jangka panjang.

 

 

Penulis/Reporter: Ghina Aurelia Pinggala  

Fotografer: Anggita Arfinda, Kaila Adnani  

Kontak Media/Humas: 085707116202

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *