KKNT-79 Edukasi Gizi Seimbang bagi Orang Tua Balita di Wujil

Mahasiswa KKN Undip edukasi Pencerdasan Gizi Seimbang melalui Metode Isi Piringku bagi orang tua balita di ILP RW 11–12 Kelurahan Wujil, pada (2/8/2026)
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Tim KKNT-79 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi Pencerdasan Gizi Seimbang melalui Metode Isi Piringku bagi orang tua balita di ILP RW 11–12 Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Minggu (2/8) pukul 08.30.
Kegiatan yang berfokus pada bidang kesehatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi balita melalui penyampaian materi dan permainan interaktif.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi olah masih adanya keterbatasan pemahaman sebagian orang tua balita mengenai penyusunan menu bergizi seimbang sesuai kebutuhan anak, keberagaman pangan, serta pemilihan makanan dan jajanan sehat.
Mahasiswa menyampaikan Pemenuhan gizi yang tepat menjadi penting karena kebutuhan gizi berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.
ILP RW 11–12 Kelurahan Wujil menjadi sarana yang potensial untuk memberikan edukasi secara langsung karena rutin dihadiri oleh orang tua yang memiliki balita. Melalui kegiatan ini, tim KKNT-79 berupaya meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai konsep Isi Piringku, pemilihan makanan yang beragam dan bergizi, pemanfaatan pangan lokal, serta pemilihan jajanan sehat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep Isi Piringku dan kebutuhan gizi balita. Peserta kemudian dikenalkan dengan berbagai contoh makanan dan bahan pangan yang dapat digunakan dalam menu sehari-hari.
Edukasi dilanjutkan melalui permainan interaktif dengan menyusun gambar berbagai jenis makanan pada media piring berdasarkan skenario yang diberikan.
Melalui permainan tersebut, peserta bersama-sama membahas komposisi makanan yang tepat, keberagaman pangan, pemanfaatan pangan lokal, serta pemilihan jajanan sehat bagi balita. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi pemahaman berdasarkan hasil permainan.
Peserta cukup antusias, terutama saat mengikuti permainan interaktif. Namun, kondisi ILP yang cukup ramai dan adanya balita yang mudah rewel menyebabkan beberapa peserta kurang berkonsentrasi dan tidak seluruhnya mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa empat dari lima kelompok mampu menyusun komposisi Isi Piringku sesuai dengan skenario yang diberikan. Kegiatan juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemilihan makanan bergizi, keberagaman pangan, serta jajanan sehat untuk balita.
Peserta memperoleh pengetahuan praktis untuk menyusun makanan yang lebih beragam dan bergizi seimbang, termasuk memanfaatkan pangan lokal serta memilih makanan dan jajanan sesuai kebutuhan balita.
Bu Dyah, kader RW 11–12, menyampaikan kegiatan edukasi kepada orang tua dengan permainan sering-sering dilaksanakan.
“Ini kegiatan bermanfaat untuk warga, Mbak. Sering-sering kalau kegiatan seperti ini. Jarang ada kegiatan edukasi menggunakan media seperti ini.”
Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh orang tua dalam memilih dan menyusun makanan bergizi seimbang bagi balita sesuai prinsip Isi Piringku.
Penerapan pola makan yang beragam dan bergizi seimbang juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal.
Penulis/Reporter: Ghina Aurelia Pinggala
Fotografer: Erick Benediktus
Kontak Media/Humas: 085707116202
Editor: Azis
