KKNT-79 Edukasi Pemanfaatan Tangkai Cabai untuk Yoghurt dan Acar Mentimun-Wortel

0
anggi-m2-1-2

Kabupaten Semarang, 2 Agustus 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT)-79 Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi dan pelatihan pembuatan makanan fermentasi berupa yoghurt berbasis starter tangkai cabai serta acar mentimun dan wortel kepada Ibu-Ibu PKK RW 9 Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–16.30 di salah satu rumah warga RW 9 tersebut dilakukan melalui edukasi, pencicipan produk, demonstrasi pembuatan, dan sesi tanya jawab sebagai bagian dari program multidisiplin 2 terkait pengentasan kemiskinan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi tanaman cabai dan kebiasaan warga Wujil dalam mengonsumsi sayuran seperti mentimun dan wortel. Sebagian besar warga memanfaatkan buah cabai untuk kebutuhan konsumsi, seperti membuat sambal, tetapi bagian batangnya masih banyak dibuang. Padahal, berdasarkan materi yang disampaikan dalam kegiatan, batang cabai memiliki bakteri Lactobacillus plantarum yang dapat dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan yoghurt.

Selain itu, mentimun dan wortel yang umum dikonsumsi warga diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi acar melalui proses fermentasi. Pengolahan tersebut memanfaatkan bakteri asam laktat yang terdapat dalam makanan fermentasi dan diperkenalkan sebagai salah satu bentuk pengolahan pangan yang memiliki manfaat bagi kesehatan.

Melalui kegiatan ini, KKNT-79 bertujuan mengedukasi masyarakat agar dapat memanfaatkan tangkai cabai menjadi yoghurt secara ekonomis serta mengolah mentimun dan wortel menjadi acar. Edukasi tersebut menyasar Ibu-Ibu PKK RW 9 dengan jumlah peserta kurang lebih 20 orang. Selain menambah wawasan mengenai pangan fermentasi, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi warga untuk mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai yoghurt dan acar mentimun sebagai bagian dari pangan fermentasi. Setelah itu, peserta diminta mencicipi produk yoghurt yang telah jadi. Tim kemudian melakukan demonstrasi pembuatan yoghurt menggunakan tangkai cabai sekaligus memperlihatkan produk acar mentimun yang telah selesai dibuat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab singkat untuk membangun interaksi dengan peserta. Dalam sesi tersebut, salah satu peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan susu pasteurisasi dan cabai sebagai bahan dasar pembuatan yoghurt. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan edukasi berlangsung.

Secara langsung, kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada warga mengenai pemanfaatan batang cabai untuk pembuatan yoghurt serta cara membuat acar mentimun dan wortel. Bagi peserta, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membuka wawasan sekaligus membangun interaksi positif antara mahasiswa KKN dan warga.

Salah satu warga peserta menyampaikan, “Kegiatan ini menjadi jembatan penting yang memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Semoga dilancarkan terus KKN-nya.”

Ke depan, warga diharapkan dapat mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Dalam jangka panjang, keterampilan tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk membuat produk fermentasi secara mandiri yang berpotensi untuk dijual. Tidak terdapat kegiatan lanjutan yang direncanakan setelah pelaksanaan edukasi dan pelatihan ini.

Penulis/Reporter : Danendra Daryl Abhinaya

Fotografer : Hafidz Afif

Kontak Media/Humas : Whatsapp 082115019270

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *