Satu Plang, Banyak Makna: Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Warga tentang Pengelolaan Sampah dan Lingkungan di Desa Joho

Mahasiswa bersama perangkat desa setelah edukasi waktu urai sampah dan langkah pencegahan
Bestarinesia.id, Sukoharjo – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 melalui pembuatan dan pemasangan plang edukasi bertajuk “Kenali Waktu Urai, Jaga Lingkungan” di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Berbeda dari media informasi pada umumnya, materi dalam plang tersebut disusun berdasarkan hasil survei kebutuhan informasi masyarakat. Dengan demikian, informasi yang disampaikan diharapkan lebih relevan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan warga setempat.
Program ini merupakan kolaborasi empat mahasiswa dari lintas disiplin ilmu, yakni M. Hanif Firjananda dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan; Muchammad Haikal Siswanto dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik; Rasya Amelia Pramudita dari Program Studi Gizi, Fakultas Kedokteran; serta Gemilang Perwira Yuda dari Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Matematika.
Keempat mahasiswa tersebut memiliki peran masing-masing, mulai dari melakukan survei, menyusun materi, merancang desain visual, hingga memberikan edukasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.
Kegiatan diawali dengan survei kepada masyarakat yang dipimpin oleh Gemilang Perwira Yuda. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi persampahan di lingkungan Desa Joho, jenis sampah yang paling banyak dihasilkan dan ditemukan, serta informasi yang paling dibutuhkan masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
Hasil survei menunjukkan bahwa plastik menjadi jenis sampah yang paling dominan dihasilkan maupun ditemukan di lingkungan.
Selain itu, informasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan menjadi topik yang paling banyak diharapkan masyarakat untuk dipahami. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan materi plang edukasi.
“Kami ingin plang ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, sebelum menyusun materi kami melakukan survei terlebih dahulu agar edukasi yang diberikan tepat sasaran,” ujar Gemilang.
Materi mengenai waktu penguraian sampah dan langkah pencegahannya disusun oleh Rasya Amelia Pramudita. Melalui plang tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan perkiraan waktu penguraian sejumlah jenis sampah, mulai dari kertas yang membutuhkan sekitar lima bulan, kantong plastik sekitar 20 tahun, botol plastik hingga 450 tahun, serta styrofoam yang sangat sulit, bahkan tidak dapat terurai secara alami.
Selain memberikan informasi mengenai waktu penguraian, masyarakat juga diajak menerapkan kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah sesuai jenisnya, membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Semakin lama sampah berada di lingkungan, semakin besar pula dampak yang dapat ditimbulkan. Karena itu, kami ingin masyarakat memahami bahwa langkah sederhana seperti mengurangi plastik sekali pakai dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan,” jelas Rasya.

Aspek dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan menjadi materi yang disampaikan oleh M. Hanif Firjananda dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Edukasi tersebut menyoroti berbagai dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik, mulai dari pencemaran tanah dan sumber air hingga menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, dan tikus. Sampah juga dapat memicu pencemaran mikroplastik yang berpotensi masuk ke dalam rantai makanan.
“Persoalan sampah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Melalui plang ini kami berharap masyarakat memahami bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ungkap Hanif.
Sementara itu, Muchammad Haikal Siswanto bertanggung jawab dalam perancangan desain plang. Desain dibuat dengan memadukan ilustrasi, ikon, dan tata letak sederhana agar informasi dapat dipahami dengan mudah oleh berbagai kalangan.
“Kami merancang plang dengan tampilan yang komunikatif sehingga masyarakat dapat menangkap pesan utama hanya dalam sekali melihat. Visual yang sederhana diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk membaca informasi yang disampaikan,” tutur Haikal.

Plang edukasi tersebut kemudian dipasang di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk menambah pengetahuan warga mengenai waktu penguraian sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis data dan ilmu pengetahuan untuk mendukung terciptanya lingkungan Desa Joho yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro 2026
Editor: Azis
