Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Bunga Zinnia sebagai Tanaman Refugia untuk Kendalikan Hama Padi di Desa Turus

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi pengendalian hama padi melalui pemanfaatan tanaman refugia bunga Zinnia di Desa Turus. Kegiatan ini ditujukan kepada kelompok tani sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan serta mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan serangan hama wereng pada tanaman padi yang masih menjadi salah satu faktor penyebab penurunan produktivitas dan mutu hasil panen. Pengendalian hama yang selama ini masih banyak mengandalkan pestisida kimia dapat memberikan dampak terhadap keseimbangan ekosistem pertanian apabila digunakan secara berlebihan. Di sisi lain, pemanfaatan tanaman refugia sebagai habitat dan sumber makanan bagi musuh alami hama masih belum diterapkan secara optimal di lingkungan pertanian.
Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi interaktif, mahasiswa memperkenalkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) kepada kelompok tani. PHT merupakan pendekatan pengendalian hama yang memadukan berbagai metode pengendalian dengan tetap memperhatikan kondisi ekosistem, sehingga penggunaan pestisida kimia dapat ditekan dan pengendalian hama dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan.
Salah satu metode yang diperkenalkan adalah pemanfaatan tanaman refugia. Tanaman refugia dapat berfungsi sebagai tempat berlindung serta menyediakan sumber pakan bagi berbagai organisme yang berperan sebagai musuh alami hama. Keberadaan musuh alami tersebut diharapkan dapat membantu menjaga populasi hama agar tetap berada pada tingkat yang tidak menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani.
Dalam kegiatan ini, bunga Zinnia dipilih sebagai salah satu tanaman refugia yang diperkenalkan kepada kelompok tani. Bunga Zinnia memiliki warna yang menarik dan dapat membantu menyediakan sumber makanan bagi serangga tertentu yang berperan sebagai musuh alami hama. Penanaman bunga tersebut di sekitar lahan pertanian diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung keberadaan organisme yang membantu pengendalian hama secara alami.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bunga Zinnia di sekitar lahan pertanian bersama kelompok tani. Penanaman ini menjadi bentuk penerapan langsung dari materi yang telah disampaikan sekaligus langkah awal dalam membentuk area refugia di lingkungan pertanian Desa Turus.
Melalui kegiatan tersebut, kelompok tani tidak hanya memperoleh informasi mengenai alternatif pengendalian hama, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan tanaman refugia secara langsung. Mahasiswa turut menyusun media edukasi berupa poster yang memuat informasi mengenai tanaman refugia, manfaat bunga Zinnia, serta kaitannya dengan pengendalian hama secara terpadu.
Penulis : Amanda Fritantika
