Digitalisasi Transaksi UMKM melalui QRIS di Desa Ponowaren

0
IMG-20260822-WA0048

mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pendampingan penggunaan QRIS.

Bestarinesia.id, Sukoharjo — Perkembangan pembayaran digital membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk melayani transaksi secara lebih praktis. Melihat masih adanya pelaku usaha di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, yang belum terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pendampingan penggunaan QRIS.

Program kerja multidisiplin tersebut dilaksanakan oleh Muhammad Chiko Aydin Ganendra, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Undip, yang tergabung dalam KKN Reguler Tim II 2026 di Desa Ponowaren.

Kegiatan dilakukan melalui pembuatan, pencetakan, dan penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM. Selain menyediakan media pembayaran, mahasiswa juga menjelaskan cara penggunaan QRIS, termasuk pentingnya memastikan transaksi telah berhasil sebelum barang diberikan kepada pelanggan.

Program ini sebelumnya dirancang menggunakan QRIS Sound Box. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi pelaku UMKM, mahasiswa memilih QRIS dalam bentuk cetak. Penggunaan media cetak dinilai lebih sederhana dan tidak menimbulkan biaya tambahan bagi pelaku usaha.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan dan kesiapan mereka dalam menggunakan pembayaran digital. Setelah QRIS disiapkan dan dicetak, mahasiswa memberikan pendampingan agar pelaku usaha dapat menggunakannya secara mandiri.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan QRIS memberikan alternatif pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai. Sementara bagi pelaku usaha, transaksi non-tunai dapat menjadi bagian dari proses adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Program tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Edukasi penggunaan teknologi pembayaran juga mendukung peningkatan pengetahuan pelaku UMKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN Undip berharap pelaku UMKM Desa Ponowaren semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlangsungan serta perkembangan usaha mereka.

 

Editor: Azis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *