CEGAH TPPO, MAHASISWA KKN UNDIP BERSAMA BP3MI JATENG GELAR PENYULUHAN MIGRASI AMAN DI DESA JUNGSEMI

KENDAL – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) 2026 sukses menyelenggarakan program multidisiplin bertajuk “Penyuluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang Aman dan Prosedural”. Kegiatan edukatif ini berlangsung di Balai Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, pada Rabu, 5 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Acara ini dihadiri oleh 30 peserta undangan yang terdiri dari calon pekerja migran, keluarga purna PMI, serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir mendampingi jalannya acara, Kepala Desa Jungsemi, Bapak Dasuki, beserta jajaran perangkat desa.
Sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan literasi yang kredibel dan akurat dari otoritas negara, mahasiswa KKN dari program studi Hubungan Internasional memfasilitasi sinergi strategis dengan mendatangkan langsung narasumber pakar dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah. Hadir sebagai narasumber utama adalah Pengantar Kerja Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Pelindungan BP3MI Jawa Tengah, Bapak Danang Adil Luhur Wibowo, S.H., M.M., yang didampingi oleh dua orang anggota timnya.
Dalam pemaparannya, Bapak Danang membedah tuntas urgensi menempuh jalur legal bagi warga yang berminat bekerja di luar negeri. Ia juga memberikan pembekalan taktis mengenai cara mengenali modus penipuan oleh oknum calo tak bertanggung jawab guna menghindari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Masyarakat desa harus semakin kritis. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji besar dengan proses instan. Selalu verifikasi legalitas agen penyalur (P3MI) ke instansi resmi pemerintah agar terhindar dari jerat eksploitasi,” tegas Danang di hadapan para peserta.
Selain paparan dari BP3MI, tim mahasiswa KKN Undip juga berkontribusi dengan memberikan pendampingan praktis terkait pentingnya kemandirian dalam mengelola dokumen identitas pribadi, serta wawasan global mengenai adaptasi budaya kerja internasional.
Kepala Desa Jungsemi, Bapak Dasuki, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program ini. Mengingat tingginya minat warga Jungsemi untuk merantau demi meningkatkan taraf ekonomi keluarga, edukasi semacam ini dinilai sangat tepat sasaran.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif rekan-rekan mahasiswa dan kehadiran pihak BP3MI. Pengetahuan ini akan menjadi tameng pelindung bagi warga kami agar bisa berangkat dengan aman, bekerja dengan nyaman, dan pulang membawa kesejahteraan,” ungkap Dasuki.
Melalui program penyuluhan ini, diharapkan Desa Jungsemi dapat melahirkan tenaga kerja migran yang tangguh, terliterasi dengan baik secara hukum, serta bebas dari segala bentuk praktik perbudakan modern.
