KKN UNDIP Tim II Desa Kaliyoso Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat

0

Mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP melaksanakan sosialisasi pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat di Desa Kaliyoso. Kegiatan membahas dampak pembakaran sampah, penerapan prinsip 3R, serta pemanfaatan sampah organik melalui kompos, biopori, dan budidaya maggot BSF. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Reoportase-Muldis-2-1

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat” pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut bertempat di Aula Balai Desa Kaliyoso, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, dan dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan pengelolaan sampah yang masih dihadapi Desa Kaliyoso. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa KKN, sebagian besar sampah rumah tangga masih dikelola dengan cara dibakar. Selain itu, pemilahan sampah organik dan anorganik belum dilakukan secara optimal, sementara sampah yang dibuang ke aliran sungai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan penyumbatan saluran air.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk memahami bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dilakukan dengan tepat. Materi yang disampaikan meliputi dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan, pengelolaan sampah anorganik melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pemanfaatan sampah organik melalui kompos, biopori, dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Pada sesi pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak yang ditimbulkan dari pembakaran sampah. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pembakaran sampah menghasilkan berbagai zat berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. Selain mencemari udara, praktik pembakaran sampah juga tidak menyelesaikan permasalahan sampah secara menyeluruh karena hanya mengubah bentuk sampah menjadi asap dan abu.

Selanjutnya, masyarakat dikenalkan dengan konsep pengelolaan sampah organik terpadu. Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun, dan limbah dapur dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah budidaya maggot BSF sebagai pengurai sampah organik sekaligus sumber pakan alternatif bagi ikan dan ternak. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pembuatan kompos dan biopori sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.

Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama diskusi berlangsung, terutama mengenai budidaya maggot, pengelolaan sampah rumah tangga, serta peluang pemanfaatan hasil pengolahan sampah untuk kebutuhan sehari-hari. 

Salah satu masyarakat sangat antusias untuk menerima Maggot BSF yang kami budidayakan adalah Bapak Nur Kholis, dengan pengetahuannya terkait kadar protein tinggi yang dimiliki oleh Maggot, beliau pula menambahkan bahwa Maggot ini sangat cocok untuk menjadi pakan hewan karena beliau juga sudah sering memakainya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Kaliyoso dapat mulai menerapkan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan Desa Kaliyoso dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *