MAHASISWA KKN UNDIP MENGINSPIRASI PETANI DENGAN MENGENALI METODE BERTANI GLOBAL UNTUK DESA LEBOSARI
Berita ini merupakan isi kegiatan dari salah satu program kerja Tim KKN Undip

KENDAL, 31 JULI 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukasi kepada Gapoktan dan para petani Desa Lebosari dengan judul “Edukasi Metode Bertani Lokal vs Global sebagai Inspirasi Desa Lebosari”. Sosialisasi tersebut diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2026 di Aula Balai Desa Lebosari, Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Kegiatan sosialisasi ini dibuat agar para petani Lebosari belajar bagaimana cara bertani dari negara-negara luar terkhususnya Asia Tenggara yang kondisi alamnya kurang lebih sama seperti di Indonesia, lalu membandingkannya dengan cara bertani di negara Indonesia.
Tujuan dibuatnya kegiatan ini bukan untuk mencari mana yang lebih baik, apakah cara bertani di Indonesia atau negara-negara luar, tetapi tujuan utamanya adalah untuk mengkombinasikan dari dua cara tersebut, jika digabungkan apakah bisa menjadi lebih efektif kedepannya atau tidak. Negara-negara luar yang dipilih untuk menjadi inspirasi Desa Lebosari, antara lain Thailand. Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Singapura.
Media yang disiapkan untuk sosialisasi edukasi tersebut berupa Power Point (PPT) yang berisikan potensi dan permasalahan yang sesuai dari kondisi pertanian di Desa Lebosari, lalu ada negara-negara Asia Tenggara untuk dijadikan inspirasi, serta rekomendasi yang bisa dilakukan para petani untuk mengkombinasikan cara bertani global dan lokal agar lebih baik pertanian Desa Lebosari kedepannya. Untuk output yang dikeluarkan oleh mahasiswa KKN Undip berupa poster edukasi yang berjudul “Petani Lokal vs Petani Global: Perbandingan Kondisi Petani Indonesia dengan Para Petani di Asia Tenggara”.
Para audiens nampak antusiasme dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, dengan sangat mengamati PPT nya dan cara penyampaian edukator kepada audiensnya. Kendala yang sempat dialami pada saat kegiatan adalah minimnya waktu karena pada saat itu bertepatan pada saat rapat pleno atau musyawarah perangkat desa dan masyarakat, sehingga tidak banyak yang bisa disampaikan pada saat sosialisasi dan para audiens tidak sempat melakukan diskusi bersama serta sesi tanya jawab dengan edukator nya.
Harapan untuk para petani Desa Lebosari adalah, jangan lupa untuk melihat ke dunia luar, bahwa dengan mengikuti cara bertani dari dunia luar, tidak akan meleburkan tradisi turun-temurun yang sudah ada di Lebosari, dengan mengikuti cara dunia luar, justru akan menambah wawasan serta memanfaatkan teknologi terbaru agar kondisi pertanian lebih bagus dan efisien kedepannya.
Penulis: Muhammad Arkabimo Dandyputra
Fotografer: Rafif Ulil Fahmi
Kontak Media: kknlebosari2026@gmail.com
