KKN UNDIP Edukasi Petani Lebosari Tentang Keselamatan Kerja dan Penyakit Akibat Pertanian

LEBOSARI, KENDAL — Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisiplin “Edukasi Sarana Keselamatan Kerja dan Timbulnya Penyakit” bagi petani di Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai berbagai risiko kesehatan yang dapat muncul selama aktivitas pertanian serta pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dengan melibatkan anggota Kelompok Tani Desa Lebosari sebagai sasaran kegiatan. Edukasi KKN UNDIP Edukasi Petani Lebosari Tentang Keselamatan Kerja dan Penyakit Akibat Pertanian melalui penyuluhan dengan materi yang mencakup bahaya kerja di bidang pertanian, jenis APD yang sesuai, penyakit yang dapat timbul akibat paparan lingkungan kerja, serta langkah-langkah pencegahannya.
Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan dengan beberapa kelompok bahaya yang dapat ditemui dalam aktivitas pertanian, yaitu bahaya kimia, fisik, biologis, dan ergonomi. Paparan pestisida menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan apabila penggunaannya tidak disertai perlindungan yang tepat. Selain itu, petani juga menghadapi risiko cedera akibat alat pertanian, paparan panas, kontak dengan lingkungan persawahan, serta keluhan otot dan sendi akibat posisi kerja atau aktivitas berulang.
Materi edukasi juga membahas sejumlah penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat berkaitan dengan aktivitas pertanian. Petani diberikan informasi mengenai gangguan pernapasan, iritasi kulit, heat stress atau stres panas, leptospirosis, tetanus, serta gangguan otot dan sendi. Penyampaian materi diarahkan pada pengenalan faktor risiko, gejala yang perlu diperhatikan, dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk mendukung penyampaian informasi, Tim KKN Undip menyiapkan beberapa media edukasi berupa poster, leaflet, dan materi presentasi. Poster menampilkan berbagai bahaya yang dapat dihadapi petani serta APD yang dapat digunakan, seperti sepatu bot, topi lebar, sarung tangan, masker, dan baju lengan panjang.
[FOTO 1: Tim KKN Undip menyampaikan materi mengenai keselamatan kerja dan penyakit akibat kerja kepada Kelompok Tani Desa Lebosari.]
Penggunaan APD menjadi salah satu fokus utama dalam edukasi. Petani diberikan pemahaman bahwa jenis perlindungan yang digunakan perlu disesuaikan dengan risiko pekerjaan. Penggunaan sepatu bot, misalnya, dapat membantu melindungi kaki ketika bekerja di lingkungan berlumpur atau berair, sedangkan sarung tangan dan pakaian tertutup dapat mengurangi kontak langsung kulit dengan bahan atau lingkungan yang berisiko.
Selain penggunaan APD, edukasi juga menekankan pentingnya perilaku kerja yang aman. Petani diingatkan untuk memperhatikan kebersihan diri setelah bekerja, menggunakan APD sesuai kebutuhan, serta mengenali gejala gangguan kesehatan yang mungkin berkaitan dengan aktivitas pertanian. Langkah-langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari.
Program edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Media berupa poster dan leaflet yang telah diberikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pengingat bagi petani mengenai bahaya kerja, penggunaan APD, dan upaya pencegahan penyakit akibat kerja.
[FOTO 2: Foto bersama peserta/Kelompok Tani setelah kegiatan edukasi.
]
Melalui edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, Tim KKN Undip berharap petani Desa Lebosari semakin mampu mengenali risiko di lingkungan kerjanya dan menerapkan langkah perlindungan yang sesuai. Keselamatan kerja bukan hanya tentang mencegah kecelakaan, tetapi juga menjaga kesehatan petani agar tetap dapat bekerja secara aman dan produktif.
Penulis: Jovido Jeremia Siahaan
Fotografer: Rafif Ulil Fahmi
Kontak Media: @kknlebosari_

