Tim KKN Undip Dorong Pemanfaatan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui Inovasi Wadah Fermentasi

0
WhatsApp-Image-2026-08-19-at-19.52.52-1

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program berupa pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) di Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada 7 Agustus 2026. Program ini merupakan bentuk kolaborasi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dalam mengembangkan solusi sederhana dan aplikatif bagi masyarakat.

Salah satu kontribusi dalam program tersebut diberikan oleh Farhan Zuhdii, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Berbekal kompetensi di bidang perancangan mekanik, Farhan berperan dalam merancang dan membuat wadah fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) sederhana yang memanfaatkan ember bekas sebagai bahan utama.

Penggunaan wadah sederhana ini diharapkan dapat membuat proses fermentasi dan pengambilan pupuk menjadi lebih praktis, higienis, dan efisien. Selain membuat wadah, Farhan juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai penggunaan dan perawatan alat tersebut.

“Melalui ilmu Rekayasa Perancangan Mekanik, saya mencoba menerapkan prinsip perancangan alat yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, wadah ini dapat membantu masyarakat dalam mengolah limbah dapur menjadi POC secara lebih mudah dan dapat terus digunakan setelah kegiatan KKN selesai,” ujar Farhan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan alat, tetapi juga pada edukasi dan keberlanjutan program. Salah satu luarannya berupa leaflet edukatif yang digunakan sebagai media panduan bagi masyarakat dalam memahami penggunaan, penyimpanan, dan pemeliharaan POC. Leaflet tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat melanjutkan praktik pengolahan limbah dapur secara mandiri setelah kegiatan KKN berakhir.

Pelaksanaan program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih berkelanjutan, serta SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan limbah dapur menjadi produk yang dapat digunakan kembali sebagai pupuk organik. Program ini juga mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Melalui kolaborasi lintas disiplin, Tim KKN Undip Desa Banyurip berupaya menunjukkan bahwa permasalahan limbah rumah tangga dapat diatasi melalui perpaduan antara edukasi masyarakat dan penerapan teknologi sederhana. Kontribusi mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik melalui perancangan wadah fermentasi menjadi salah satu bentuk nyata penerapan ilmu keteknikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung terciptanya pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *