Angkat Edukasi Kopi, KKN UPGRIS Desa Tlogopayung Raih Juara 2 Stand Expo Terbaik

Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Tlogopayung berfoto bersama di depan Stand Expo
Bestarinesia.id, Kendal – Berkat konsep edukasi kopi yang unik serta kreativitas dalam memperkenalkan potensi produk lokal, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Tlogopayung berhasil meraih Juara 2 Stand Expo Terbaik dalam ajang Expo KKN se-Kecamatan Plantungan yang digelar pada Senin, (31/8/2026).
Stand Desa Tlogopayung berhasil menarik perhatian juri dan pengunjung melalui konsep utama “Edukasi Kopi” yang mengangkat potensi kopi lokal melalui brand Kopi Lereng Gunung Prau.
Dalam kegiatan expo tersebut, tim KKN UPGRIS Desa Tlogopayung tidak hanya menampilkan produk kopi sebagai hasil olahan masyarakat, tetapi juga menghadirkan konsep edukasi yang mengajak pengunjung untuk mengenal proses dan potensi budidaya kopi yang ada di Desa Tlogopayung.
Salah satu daya tarik utama stand adalah bibit tanaman kopi yang dibawa dan ditampilkan secara langsung, sehingga pengunjung dapat melihat gambaran awal tanaman kopi sebelum menjadi produk yang siap dikonsumsi.
Konsep tersebut menjadi salah satu keunikan stand Desa Tlogopayung karena pengunjung tidak hanya diperkenalkan dengan kopi dalam bentuk produk jadi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai tanaman kopi, proses budidaya, hingga potensi pengembangan kopi lokal.
Melalui pendekatan edukatif tersebut, mahasiswa KKN berupaya menunjukkan bahwa kopi tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari potensi pertanian dan identitas Desa Tlogopayung.
Brand Kopi Lereng Gunung Prau turut menjadi bagian penting dalam stand expo sebagai representasi potensi kopi lokal Desa Tlogopayung. Produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu hasil unggulan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas produk, branding, maupun pemasaran.
Keberhasilan meraih Juara 2 Stand Expo Terbaik tidak terlepas dari kerja sama dan kreativitas seluruh anggota KKN UPGRIS Desa Tlogopayung. Konsep penataan stand, penyajian bibit kopi, produk kopi, serta materi edukasi disusun secara menarik agar mampu memberikan pengalaman berbeda kepada para pengunjung.

Ketua Tim KKN UPGRIS Desa Tlogopayung, Muhammad Rifqi Anrij Hadaya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh anggota tim serta bentuk apresiasi terhadap potensi lokal yang dimiliki Desa Tlogopayung.
“Kami sangat bangga bisa meraih Juara 2 Stand Expo Terbaik. Melalui konsep edukasi kopi ini, kami ingin memperkenalkan bahwa Desa Tlogopayung memiliki potensi kopi yang sangat baik. Kami tidak hanya membawa produk Kopi Lereng Gunung Prau, tetapi juga menghadirkan bibit kopi agar masyarakat dapat melihat dan memahami prosesnya secara langsung. Harapannya, potensi kopi di Desa Tlogopayung dapat semakin dikenal dan terus berkembang,” ungkap Muhammad Rifqi Anrij Hadaya.
Pencapaian dalam ajang Expo KKN se-Kecamatan Plantungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan pelaku usaha kopi di Desa Tlogopayung untuk terus mengembangkan produk lokal. Promosi melalui kegiatan expo juga menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan Kopi Lereng Gunung Prau kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari potensi kopi desa.
Melalui konsep edukasi kopi yang dikemas secara menarik, tim KKN UPGRIS Desa Tlogopayung menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui edukasi, kreativitas, branding, dan promosi.
Mahasiswa berharap diharapkan Kopi Lereng Gunung Prau mampu menjadi salah satu produk unggulan Desa Tlogopayung yang semakin dikenal dan memiliki daya saing lebih luas.
Dari bibit hingga menjadi secangkir kopi, Desa Tlogopayung terus menunjukkan bahwa potensi kopi Lereng Gunung Prau memiliki cerita, nilai, dan peluang untuk terus tumbuh.
Editor: Azis
