KKNT-79 Undip Dorong Hilirisasi dan Modernisasi Kemasan Lele Marinasi UMKM Wujil

Mahasiswa bagikan satu unit mesin vacuum sealer kepada UMKM RN Lele asuhan Pak Wanto
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Tim 79 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro meluncurkan program modernisasi teknologi pengemasan dan peremajaan identitas visual bagi pelaku usaha pangan lokal di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Program pendampingan yang berlangsung sepanjang 24 – 30 Juli 2026, berfokus pada hilirisasi produk olahan lele marinasi milik UMKM RN Lele asuhan Pak Wanto, guna meningkatkan mutu higienis, daya tahan simpan, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Inisiatif ini dirancang mahasiswa setelah mencermati potensi komoditas budidaya lele di Kelurahan Wujil yang selama ini mayoritas dipasarkan dalam bentuk basah atau olahan tanpa pengemasan terstandardisasi. Akibatnya, nilai tambah produk belum tergarap optimal dan lele olahan rentan mengalami penurunan mutu atau kerusakan beku (freezer burn) saat disimpan di lemari pendingin.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa menghadirkan intervensi terpadu melalui adopsi mesin pengemas kedap udara (vacuum sealer) dan pembuatan label merek yang informatif.
Rangkaian kegiatan diawali pada (24/7) dengan perancangan tata letak (layout) desain visual label serta riset material kemasan. Selanjutnya tim mahasiswa menggelar demonstrasi teknis pengoperasian mesin vakum sekaligus memberikan edukasi mengenai spesifikasi plastik kemasan pada (29/7/2026). Mitra dibekali pemahaman membedakan plastik embossed yang kompatibel dengan mesin vakum serta plastik polos biasa.
Penyerahan satu unit mesin vacuum sealer, ratusan cetakan label siap pakai, dan sosialisasi pencantuman informasi wajib seperti komposisi bahan serta tanggal kedaluwarsa pada (30/7) menjadi berakhirnya program tersebut.
Pak Wanto menyambut antusias transformasi ini. Melalui teknik pengemasan vakum, kelembapan dan bumbu marinasi lele dapat terkunci sempurna, memperpanjang masa simpan produk beku, serta meningkatkan impresi produk agar setara dengan standar ritel modern.
Edukasi teknis yang diberikan juga memastikan mitra mampu memilih material kemasan secara mandiri tanpa kendala operasional ke depan.
Melalui penyerahan sarana produksi dan transfer pengetahuan ini, Tim KKNT-79 Undip berharap UMKM RN Lele dapat memperluas penetrasi pasar hingga ke luar wilayah Semarang secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan olahan berbasis perikanan air tawar di tingkat desa.
Penulis: Mahasiswa Tim KKNT-79 Undip
Editor: Azis
