KKNT-79 Undip Susun Dashboard Analisis Ketahanan Pangan Kelurahan Wujil

Visualisasi ketahanan pangan Desa Wujil melalui dashboard interaktif menggunakan Looker Studio pada 10–13 Agustus 2026
Bestarinesia.id, Kab. Semarang – Mahasiswa Universitas Diponegoro melalui KKNT-79 menyusun dashboard analisis ketahanan pangan Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dengan mengolah data demografi menjadi Indeks Kerentanan Pangan untuk 12 RW. Kegiatan yang berlangsung pada 21 Juli hingga 14 Agustus 2026 ini dilakukan untuk mengubah data kependudukan yang tersedia menjadi informasi yang lebih mudah dipahami serta dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas program ketahanan pangan di Kelurahan Wujil.
Mahasiswa menyampaikan data demografi yang tersedia di Kelurahan Wujil sebelumnya belum diolah menjadi informasi yang mudah dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.
Selain itu, belum tersedia analisis yang dapat mengidentifikasi wilayah dengan tingkat kerentanan pangan lebih tinggi di antara 12 RW sebagai dasar penentuan wilayah prioritas.
Proses pengumpulan data menjadi tahap awal dalam kegiatan ini. Pada 21 Juli 2026, mahasiswa mengumpulkan data demografi RW 01–12 yang mencakup kependudukan, jumlah kepala keluarga, pendidikan, dan kelompok usia.
Saat meminta data yang tersedia di kelurahan, mahasiswa juga menghadapi keterbatasan ketersediaan data.
“Adanya cuma data ini, Mbak,” ujar Edi Santoso, Sekretaris Kelurahan Wujil.
Data yang diperoleh kemudian direkap dan diolah menjadi tiga indikator ketahanan pangan, yaitu rasio ketergantungan, jumlah jiwa per KK, dan persentase pendidikan rendah. Namun, data mata pencaharian hanya tersedia pada tingkat kelurahan sehingga tidak dapat dipecah untuk analisis pada masing-masing RW.
Hasil tahap awal ini kemudian dituangkan dalam rekap data demografi RW 01–12 dan dataset yang menjadi dasar penyusunan dashboard.
Tahap berikutnya dilakukan pada 6–8 Agustus 2026 dengan menghitung Indeks Kerentanan Pangan untuk seluruh 12 RW. Tiga indikator yang telah dinormalisasi kemudian dirata-ratakan untuk memperoleh indeks setiap RW. Hasil penghitungan tersebut digunakan untuk menyusun ranking tingkat kerentanan pangan.
Berdasarkan hasil analisis, RW 12, RW 06, RW 11, dan RW 09 menjadi wilayah prioritas berdasarkan indeks tertinggi.
Hasil pengolahan data kemudian divisualisasikan melalui dashboard interaktif menggunakan Looker Studio pada 10–13 Agustus 2026. Dashboard terdiri atas dua halaman utama, yaitu profil wilayah dan ranking kerentanan pangan, serta memuat indikator pendukung untuk masing-masing RW.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa menghadapi kendala teknis berupa konfigurasi tipe data dan pengaturan filter yang memengaruhi keakuratan visualisasi. Namun, permasalahan tersebut cepat ditangani oleh mahasiswa sehingga program dapat berlanjut.
Setelah dashboard selesai, pada 13–14 Agustus 2026 dilakukan integrasi dashboard ke dalam website Kelurahan Wujil. Integrasi dilakukan dengan mencantumkan tautan yang mengarah langsung ke tampilan dashboard agar dapat diakses oleh pihak kelurahan dan masyarakat.
Dengan demikian, data demografi yang sebelumnya masih berupa data mentah dapat disajikan dalam bentuk visualisasi yang lebih mudah digunakan untuk melihat kondisi masing-masing wilayah.
Dashboard analisis ketahanan pangan menjadi luaran utama kegiatan berupa penyajian data demografi dan hasil analisis kerentanan pangan dalam bentuk visualisasi. Hasil tersebut dapat menjadi dasar rekomendasi dalam menentukan arah program ketahanan pangan lanjutan, terutama dengan mempertimbangkan wilayah yang teridentifikasi sebagai prioritas berdasarkan Indeks Kerentanan Pangan.
Keberlanjutan dashboard dilakukan melalui integrasi dengan website Kelurahan Wujil. Pembaruan data secara berkala disarankan agar Indeks Kerentanan Pangan tetap relevan dengan kondisi terkini dan dapat terus dimanfaatkan dalam menentukan prioritas wilayah untuk program ketahanan pangan selanjutnya.
Penulis/Reporter: Maria Yunita Dwi Cahyaning Ratri
Fotografer: Saskia Kamila Maharani
Kontak Media/Humas: WhatsApp 08979086493 / Instagram @mariaay25 @kknt79.wujil
Editor: Azis
