KKN Undip Dampingi UMKM RW 12 Manfaatkan Shopee untuk Perluas Pemasaran

0
hana-m2

KABUPATEN SEMARANG, 26 Juli 2026 – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (Undip) dari kelompok KKNT-79, Zahroh Hana Rozan Nafi’ah, melaksanakan program kerja multidisiplin 2 berupa Edukasi Pemanfaatan Marketplace (Shopee) sebagai Sarana Perluasan Jangkauan Pemasaran Produk UMKM, kepada dua pelaku UMKM makanan kering di RW 12, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (26/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–14.00 WIB di rumah pelaku UMKM tersebut menyasar Ibu Rusminah dan Ibu Kustiyah untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapan mereka dalam memanfaatkan pemasaran digital.

Pelaku UMKM di RW 12 memiliki sejumlah produk makanan kering yang telah berjalan, seperti peyek ikan gereh, kerupuk gandum, kerupuk gendar, brambang goreng, dan usus krispi. Namun, pemasaran produk masih dilakukan secara langsung dan belum memanfaatkan marketplace Shopee. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya pendampingan agar produk UMKM memiliki peluang menjangkau konsumen di luar lingkungan sekitar.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola pemasaran digital secara bertahap sesuai dengan kesiapan usaha dan kapasitas produksi. Pendampingan tidak hanya berfokus pada pembuatan toko, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan etalase, informasi produk, pengiriman, dan pengemasan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan identifikasi pelaku UMKM secara door to door pada 18 Juli 2026. Zahroh kemudian mengunjungi Ibu Rusminah dan Ibu Kustiyah untuk mengetahui profil usaha, jenis produk, harga, lokasi pemasaran, keberlangsungan produksi, serta pemanfaatan marketplace. Pada 24 Juli, Zahroh melakukan kunjungan lanjutan untuk membahas kekhawatiran terkait pengiriman dan kapasitas pesanan. Dalam kesempatan tersebut, pelaku UMKM memperoleh penjelasan mengenai layanan pick-up kurir ekspedisi, sistem pre-order, serta pengaturan jumlah pesanan sesuai kapasitas produksi. 

Pada pelaksanaan utama 26 Juli, Zahroh mendampingi kedua pelaku UMKM dalam pembuatan dan pengelolaan awal toko Shopee. Materi yang diberikan meliputi pengisian identitas toko, pengunggahan produk, pemilihan foto, penyusunan deskripsi, penentuan kategori, berat, dan harga. Ibu Rusminah menunjukkan kesiapan untuk memanfaatkan Shopee sejak tahap identifikasi awal. Sementara itu, Ibu Kustiyah pada awalnya masih memiliki kekhawatiran mengenai pengiriman, kapasitas pesanan, dan ketersediaan stok. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai layanan pick-up, sistem pre-order, serta pengaturan jumlah pesanan, Ibu Kustiyah bersedia mengikuti pendampingan.

Pendampingan tersebut menghasilkan kesiapan awal toko dan etalase produk untuk digunakan sebagai sarana pemasaran daring. Pelaku UMKM juga memperoleh pengetahuan dasar mengenai penyusunan informasi produk, pengiriman, dan pengemasan. Ibu Rusminah menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan edukasi dan pendampingan yang diberikan karena mendapatkan pemahaman baru mengenai cara memasarkan produk melalui Shopee dan mengelola produk di dalam toko. Ia juga menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan.

Sebagai tindak lanjut, materi edukasi dibagikan kepada pelaku UMKM agar dapat dipelajari kembali secara mandiri. Pelaku UMKM diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan toko secara bertahap, mulai dari menambah produk hingga memperbarui informasi etalase serta menerapkan praktik pengemasan dan pengiriman yang telah dipelajari. Komunikasi juga tetap dibuka apabila pelaku UMKM membutuhkan konsultasi terkait pengelolaan marketplace maupun pemasaran digital.

Penulis/Reporter: Zahroh Hana Rozan Nafi’ah

Fotografer: Saskia Kamila Maharani
Kontak Media/Humas: zahrohhanaa@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *