Mahasiswa KKNT-79 Undip Petakan 71 UMKM Pangan di Kelurahan Wujil

Direktori dan peta potensi pangan yang memuat data 71 pelaku UMKM pangan yang termuat pada website Keluarahan Wujil
Bestarinesia.id, Kab. Semarang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT-79) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pemetaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berfokus pada wilayah RW 9–12 ini menghasilkan direktori dan peta potensi pangan yang memuat data 71 pelaku UMKM pangan, sebagai bagian dari program pemetaan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Peta tersebut kemudian dibuat dalam bentuk digital bertajuk “UMKM Pangan Wujil Berdasarkan Kategori” agar dapat diakses secara daring oleh berbagai pihak yang membutuhkan.
Mahasiswa melaksanakan kegiatan tersebut karena melihat potensi ketahanan pangan Kelurahan Wujil yang cukup beragam, baik dari sektor pertanian, peternakan, maupun usaha pengolahan pangan masyarakat.
Wilayah ini memiliki komoditas seperti padi, jagung, cabai, dan jamur, serta peternakan ayam, bebek, kambing, dan lele yang tersebar di beberapa wilayah.
Selain hasil pertanian dan peternakan, warga Kelurahan Wujil juga menjalankan berbagai usaha pengolahan pangan, mulai dari produsen tahu, intip, keripik, kerupuk, hingga olahan pangan lainnya.
Keberagaman potensi tersebut menggambarkan bahwa ketahanan pangan di Kelurahan Wujil tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan tersebar pada beberapa lini usaha yang saling berkaitan.
Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan mahasiswa KKNT-79, RW 9–12 dinilai memiliki keragaman potensi pangan yang paling menonjol dibandingkan wilayah lain di Kelurahan Wujil.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong mahasiswa untuk menjadikan RW 9–12 sebagai fokus utama dalam kegiatan pemetaan, dengan harapan dapat menggambarkan kondisi dan potensi ketahanan pangan Kelurahan Wujil secara lebih komprehensif.
Program yang diberi nama “Mapping UMKM Pangan Kelurahan Wujil” ini bertujuan untuk memetakan ketahanan pangan di RW 9–12 melalui penyusunan direktori dan peta potensi pangan lokal. Program ini tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pangan di wilayah tersebut.
Sasaran program pada (8/8) meliputi pemerintah Kelurahan Wujil, pengurus wilayah, pelaku usaha pangan, kelompok tani dan peternak, hingga masyarakat secara umum. Dengan melibatkan berbagai pihak tersebut, mahasiswa berharap data yang dihasilkan dapat mencerminkan kondisi pangan di lapangan secara lebih akurat dan menyeluruh.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Tahap pertama diawali dengan identifikasi dan pemetaan awal terhadap UMKM pangan yang ada di wilayah RW 9–12, guna memperoleh gambaran umum sebaran usaha sebelum masuk ke proses pendataan lebih mendalam.
Setelah tahap identifikasi awal rampung, mahasiswa melanjutkan dengan pendataan UMKM pangan secara langsung ke lapangan, dengan mendatangi satu per satu pelaku usaha untuk memperoleh data yang valid.
Pada tahap berikutnya, mahasiswa mengumpulkan data yang lebih rinci berupa produk, varian, dan harga dari masing-masing pelaku usaha. Seluruh data yang telah dihimpun tersebut kemudian disusun ke dalam sebuah database UMKM pangan agar lebih mudah dikelola dan diakses.
Untuk memperluas jangkauan informasi, database tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan website Wujil, sehingga data UMKM pangan dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat maupun pihak terkait.
Sebagai tahap akhir, mahasiswa melakukan finalisasi dan verifikasi informasi UMKM guna memastikan data yang tersaji akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selama proses pendataan dan observasi, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan sejumlah pihak, mulai dari perangkat kelurahan, pengurus RW, petani, peternak, hingga pelaku UMKM pangan itu sendiri.
Data yang diperoleh dari proses wawancara dan observasi tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis komoditas, pelaku, lokasi, dan bentuk usaha, sebelum akhirnya divisualisasikan dalam bentuk peta serta direktori potensi pangan.
Selama proses pendataan berlangsung, pelaku UMKM dan warga yang ditemui di lapangan umumnya menyambut baik kegiatan tersebut.
Mereka bersedia meluangkan waktu untuk memberikan informasi mengenai usaha maupun aktivitas pertanian dan peternakan yang dijalankan, sehingga proses pengumpulan data dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut, dihasilkan direktori dan peta potensi pangan lokal RW 9–12 Kelurahan Wujil, yang memuat data 71 pelaku UMKM pangan berdasarkan jenis komoditas, lokasi, dan bentuk usaha.
Bagi pelaku UMKM serta kelompok tani dan peternak, kegiatan ini memberikan manfaat berupa pencatatan usaha yang lebih terorganisir dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, pemerintah kelurahan dan pengurus wilayah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai sebaran serta potensi pangan di wilayahnya, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Dalam jangka pendek, keberadaan direktori dan peta ini diharapkan dapat memudahkan koordinasi antara pemerintah kelurahan dengan pelaku usaha pangan di wilayah RW 9–12.
Adapun dalam jangka panjang, data yang telah tersusun ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan program ketahanan pangan serta pengembangan UMKM pangan yang lebih terarah di Kelurahan Wujil, sejalan dengan potensi besar yang dimiliki wilayah tersebut di sektor pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan.
Penulis: Hafidz Afif
Editor: Erick Benediktus Sinulingga
Humas: Whatsapp +62 895-4154-59587
Editor: Azis
