KKNT-79 UNDIP Edukasi Warga Wujil Olah Sampah Dapur Menjadi Eco Enzyme

Semarang, 11–12 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro melalui tim KKNT-79 melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah sampah dapur menjadi eco enzyme di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja multidisiplin 1 tersebut dilaksanakan pada 11 Juli di Masjid Wahyu untuk warga RW 11 dan 12 Juli di rumah Ibu Siti (salah satu warga RW 12) untuk Ibu-Ibu PKK RW 12, masing-masing serentak pukul 16.00–17.00. Kegiatan dilakukan melalui penjelasan, demonstrasi singkat pembuatan eco enzyme, serta pemberian contoh kepada warga sebagai upaya mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah organik untuk mendukung cita-cita Wujil sebagai wilayah yang mandiri pupuk.
Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi sebagian warga Kelurahan Wujil yang bekerja sebagai petani, sementara kebutuhan pupuk masih bergantung pada Koperasi Unit Desa (KUD). Proses administrasi untuk berstatus sebagai KUD membutuhkan waktu sehingga warga yang baru berprofesi sebagai petani belum mendapatkan subsidi pupuk. Di sisi lain, Kelurahan Wujil memiliki potensi sampah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco enzyme.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT-79 mengedukasi masyarakat mengenai potensi limbah sampah dapur sebagai bahan baku utama eco enzyme. Edukasi ditujukan kepada warga RW 11 dan Ibu-Ibu PKK RW 12 dengan jumlah peserta kurang lebih 25 orang dari kedua wilayah tersebut. Program ini diarahkan untuk menambah pengetahuan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai alternatif pupuk guna mendukung upaya Wujil menuju kemandirian pupuk.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pembuatan eco enzyme kepada peserta. Setelah itu, mahasiswa memberikan demonstrasi singkat mengenai proses pembuatannya. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan pemberian contoh demo eco enzyme kepada warga RW 11 dan RW 12 sehingga peserta dapat melihat secara langsung proses yang diperkenalkan.
Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti demonstrasi dan aktif mengajukan pertanyaan. Beberapa warga juga menunjukkan ketertarikan untuk mencoba membuat eco enzyme secara mandiri. Suasana edukasi yang interaktif turut menciptakan suasana hangat selama kegiatan dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah sampah dapur.
Ibu Dilla menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan memicu semangat warga untuk mencoba membuat eco enzyme. Hal serupa juga terlihat pada Ibu Istianah, salah satu peserta Ibu-Ibu PKK RW 12, yang semangatnya untuk membuat eco enzyme turut terbangkitkan setelah mengikuti sosialisasi.
Hasil langsung kegiatan terlihat dari antusiasme warga dalam mengikuti demonstrasi dan ketertarikan beberapa peserta untuk mencoba membuat eco enzyme. Dalam jangka pendek, kegiatan ini diharapkan memberikan pengetahuan baru kepada warga mengenai pemanfaatan limbah organik. Dalam jangka panjang, warga diharapkan mampu memproduksi eco enzyme sebagai alternatif pupuk sehingga dapat mendukung cita-cita Kelurahan Wujil menuju kemandirian pupuk.
Program ini berkaitan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui dukungan terhadap pertanian berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kembali limbah organik dan pengurangan sampah; serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dalam konteks upaya pengelolaan limbah dan praktik yang lebih berkelanjutan. Pemetaan tersebut sejalan dengan tujuan resmi SDGs yang mencakup pertanian berkelanjutan, pola konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta aksi terhadap perubahan iklim.
Penulis/Reporter : Danendra Daryl Abhinaya
Fotografer : Erick Benediktus Sinulingga
Kontak Media/Humas : Whatsapp 08211501927
