KKNT-79 UNDIP Bangun Local Marketplace sebagai Etalase Produk UMKM Wujil

0
fahmi-m2

Semarang, 27 Juli-14 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro melalui tim KKNT-79 menyelesaikan pengembangan Platform Local Marketplace UMKM Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Platform tersebut dikembangkan sebagai media pemasaran digital yang menghimpun informasi pelaku usaha dan produk lokal dalam satu tempat serta dapat diakses oleh masyarakat dari dalam maupun luar Kelurahan Wujil.

Pengembangan program diawali melalui pendataan dan pengumpulan informasi UMKM di wilayah RW 9-12 sebagai lokasi pelaksanaan awal. Meskipun pendataan awal dilakukan pada wilayah tersebut, platform dirancang dengan cakupan yang lebih luas dan dapat digunakan untuk memuat UMKM dari seluruh Kelurahan Wujil.

Kelurahan Wujil memiliki berbagai usaha masyarakat yang bergerak pada bidang makanan, minuman, dan produk olahan lokal. Dalam pelaksanaannya, sebagian pelaku UMKM masih memasarkan produk secara langsung maupun melalui akun media sosial masing-masing. Pola tersebut membuat informasi mengenai produk, harga, lokasi, dan kontak pemesanan berada pada media yang berbeda.

Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan local marketplace yang dapat berfungsi sebagai etalase bersama bagi produk UMKM Wujil. Platform tidak dibangun sebagai pasar daring dengan sistem pembayaran dan pengiriman tersendiri, tetapi sebagai media yang mempertemukan informasi produk dengan calon konsumen dan mengarahkan proses pemesanan langsung kepada pelaku usaha.

Data yang dimasukkan ke dalam platform mencakup profil usaha, nama produk, foto, deskripsi, kategori, harga, lokasi usaha, serta kontak pemesanan. Informasi tersebut kemudian dikelompokkan agar konsumen dapat mencari produk tanpa harus menelusuri akun atau media promosi masing-masing pelaku UMKM secara terpisah.

Platform yang telah selesai dikembangkan memuat katalog produk, profil pelaku UMKM, pengelompokan kategori, fitur pencarian, halaman produk unggulan, serta informasi promosi. Susunan tersebut dibuat untuk mempermudah pengguna ketika ingin mencari produk tertentu maupun mengetahui usaha yang memproduksinya.

Akses pemesanan pada platform dihubungkan langsung dengan WhatsApp pelaku UMKM. Dengan mekanisme tersebut, calon konsumen tetap berkomunikasi dan melakukan transaksi secara langsung dengan pemilik usaha. Cara ini dipilih agar penggunaan platform tetap sederhana dan tidak menambah tahapan administrasi bagi pelaku UMKM.

Informasi lokasi usaha juga dihubungkan dengan Google Maps sehingga pengguna dapat mengetahui posisi usaha tanpa harus mencari alamat secara manual. Selain itu, produk dapat dilengkapi QR Code yang mengarah langsung ke halaman informasi produk. QR Code tersebut dapat ditempatkan pada kemasan, poster, katalog cetak, maupun media promosi lain.

fahmi-m21

Setelah seluruh fungsi utama selesai dibuat, dilakukan pengecekan terhadap akses katalog, pencarian dan kategori produk, halaman profil UMKM, tautan WhatsApp, informasi Google Maps, serta QR Code. Platform juga diperiksa melalui telepon genggam karena perangkat tersebut menjadi media yang paling praktis digunakan masyarakat untuk mengakses informasi produk.

Hasil akhir program berupa Platform Local Marketplace yang telah dapat digunakan sebagai media pemasaran digital UMKM Kelurahan Wujil. Bagi calon konsumen, platform memberikan satu titik akses untuk melihat produk, harga, lokasi usaha, dan kontak pemesanan. Bagi pelaku UMKM, platform menyediakan kanal pemasaran tambahan di luar penjualan langsung dan media sosial pribadi.

Cakupan pengguna platform juga tidak dibatasi pada masyarakat Kelurahan Wujil. Informasi produk dapat diakses oleh pengguna dari luar wilayah sehingga membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha. Dalam hal ini, fungsi utama platform bukan menjamin terjadinya peningkatan penjualan secara langsung, melainkan memperluas akses calon konsumen terhadap informasi produk UMKM Wujil.

fahmi-m22

Dalam jangka pendek, platform memberikan media bersama untuk mendokumentasikan dan memasarkan produk UMKM. Dalam penggunaan berikutnya, manfaat platform bergantung pada pembaruan data produk, keaktifan pelaku usaha menggunakan tautan maupun QR Code sebagai media promosi, serta keberlanjutan pengelolaan informasi yang tersedia.

Program ini juga memiliki hubungan dengan tema digitalisasi UMKM dan pengentasan kemiskinan. Hubungan tersebut ditempatkan pada aspek perluasan akses pasar. Semakin mudah informasi produk ditemukan dan diakses calon konsumen, semakin besar pula ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permintaan dari luar jaringan pelanggan yang selama ini dimiliki. Peningkatan pendapatan tetap bergantung pada transaksi yang terjadi, sehingga platform ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai ukuran langsung keberhasilan ekonomi.

Platform Local Marketplace yang telah selesai dikembangkan selanjutnya dapat diperluas dengan menambahkan pelaku UMKM dari wilayah lain di Kelurahan Wujil. Dengan demikian, pendataan awal di RW 9-12 dapat menjadi tahap awal menuju satu katalog digital yang mencakup produk UMKM dari seluruh kelurahan.

Penulis/Reporter : Dandy Faishal Fahmi

Fotografer : Erick Benediktus Sinulingga

Kontak Media/Humas : Whatsapp 082125555645

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *