Budikdamber: Inovasi Sederhana Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Joho

0
Screenshot

Mahasiswa bersama peserta edukasi budikdamber

Bestarinesia.id, Sukoharjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan edukasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) bertema “Pangan Aman, Pikiran Nyaman: Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Berbasis Potensi Lokal” di lingkungan RT 1 RW 8 Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/8).

Kegiatan tersebut memanfaatkan momentum rapat rutin ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai sasaran utama. Program ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dari empat program studi, yakni Gizi, Fakultas Kedokteran; Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan; Arsitektur, Fakultas Teknik; serta Psikologi, Fakultas Psikologi.

Keempat bidang keilmuan tersebut dipadukan melalui inovasi Budikdamber sebagai solusi sederhana untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus kesejahteraan psikologis warga.

Kegiatan diawali mahasiswa Program Studi Gizi dengan pemaparan mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga sekaligus pengenalan konsep Budikdamber. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan manfaat ikan lele sebagai sumber protein hewani, termasuk kandungan asam amino yang berperan dalam pertumbuhan anak, perbaikan jaringan tubuh, dan pembentukan sel.

Sementara itu, kangkung yang ditanam sebagai tanaman pendamping dalam Budikdamber dapat menjadi sumber serat, vitamin, dan mineral bagi keluarga.

“Melalui Budikdamber, keluarga tidak hanya memperoleh ikan segar, tetapi juga sayuran bergizi. Kami mendorong ibu-ibu untuk terbiasa mengolah dan mengonsumsi hasil budidaya sebagai bagian dari pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan stunting,” ungkap Rasya, mahasiswa Gizi.

Proses pembuatan budikdamber oleh mahasiswa

Selain membahas kandungan gizi, mahasiswa juga menekankan pentingnya higiene dan sanitasi dalam pengolahan pangan hasil Budikdamber. Penerapan kebersihan perlu diperhatikan sejak bahan pangan dipanen, disiapkan, diolah, hingga disajikan agar pangan yang dihasilkan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

“Pangan yang baik bukan hanya pangan yang bergizi, tetapi juga pangan yang aman dan diolah secara higienis,” tegasnya.

Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Peserta diperkenalkan dengan konsep Budikdamber, yakni sistem pemeliharaan ikan dan tanaman dalam satu wadah. Materi mencakup tahapan budidaya ikan lele, teknik pemberian pakan, serta pengelolaan kualitas air agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

“Budikdamber sangat cocok diterapkan di rumah karena hemat tempat, hemat air, dan mudah dilakukan. Dengan memanfaatkan lahan sempit, ibu-ibu dapat menyediakan sumber pangan keluarga secara mandiri,” ujar Hanif, mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan.

Penjelasan tersebut mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari perawatan ikan, pembenihan kangkung pada bagian atas media galon, hingga cara mengganti air dalam wadah Budikdamber.

Selanjutnya, mahasiswa Program Studi Arsitektur menjelaskan aspek desain dan struktur Budikdamber. Penjelasan mencakup pemanfaatan galon sebagai wadah, penempatan net pot untuk tanaman kangkung, hingga sistem pengurasan air menggunakan kran.

Materi tersebut membantu peserta memahami cara merangkai Budikdamber secara praktis, rapi, dan tepat guna sehingga dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Mahasiswa melakukan persiapan pelaksanaan program

Tidak hanya membahas aspek pangan dan desain, mahasiswa Program Studi Psikologi turut mengangkat sisi kesejahteraan mental. Perawatan Budikdamber diperkenalkan sebagai salah satu aktivitas sederhana yang dapat menjadi sarana untuk mengelola stres.

Melalui kegiatan “5–15 menit bersama Budikdamber”, warga diajak meluangkan waktu untuk mengamati, merawat, menikmati, dan menyadari perasaan setelah melakukan aktivitas tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jeda dari rutinitas sekaligus momen berkumpul bersama keluarga.

“Budikdamber bukan hanya tentang ikan dan tanaman. Merawatnya bisa menjadi kegiatan bermakna yang membantu melepas penat di tengah kesibukan sehari-hari,” jelas Aprillya, mahasiswa Psikologi.

Sebagai penutup, mahasiswa Program Studi Gizi kembali menyampaikan pesan utama mengenai pentingnya membiasakan konsumsi ikan dan sayuran hasil budidaya untuk mendukung ketahanan gizi keluarga. Peserta juga diajak menerapkan Budikdamber di rumah masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung kegiatan edukasi, mahasiswa membagikan poster dan leaflet yang berisi panduan Budikdamber. Materi tersebut mencakup manfaat gizi ikan dan kangkung, langkah-langkah budidaya, pengelolaan kualitas air, hingga manfaat aktivitas Budikdamber bagi kesehatan mental keluarga.

Ketua tim PKK RT 1 Desa Joho menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang diberikan mahasiswa relevan dengan kebutuhan warga dan mudah diterapkan di rumah.

“Kegiatan ini memberi wawasan baru bagi kami. Selain bisa menyediakan pangan sendiri, ternyata merawat ikan juga bisa menyenangkan dan menenangkan,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi yang berlangsung secara cair antara mahasiswa dan warga membuat rapat rutin PKK berjalan hangat dan komunikatif.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap Budikdamber dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Joho sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga.

Kolaborasi empat bidang keilmuan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat menghadirkan solusi yang menyatukan berbagai aspek, mulai dari pangan, lingkungan, desain, hingga kesehatan mental dalam satu program yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Penulis: KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro 2026

Editor: Azis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *